10 Anak Buah Kapal (ABK) Brahma 12 telah dibebaskan oleh kelompok Abu Sayyaf, Minggu (1/5/16) siang tadi.
Pembebasan 10 ABK tersebut juga dibenarkan, Rifaldi, saudara kandung Rinaldi yang ikut menjadi korban penyanderaan.
Rifaldi mengatakan, dirinya mendengar kabar ini pertama kali dimedia online. Berselang kemudian, pihak perusahaan juga memberikan kabar yang membahagiakan itu.
“Saya membaca di berita online kak, ada juga kabar dari pihak perusahaan,” ungkapnya.
Setelah mendengar kabar tersebut, dirinya langsung menghubungi keluarganya. “Saya sangat bersyukur karena kakak saya bebes dari musibah itu,” ungkapnya.
Sebelumnya, media nasional telah merilis 10 ABK yang dibebaskan asal WNI itu yakni, Peter Tonson, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputria, Bayu Oktavianto, Reinaldi dan Wendi Raknadian.
Untuk diketahui, akhir bulan maret lalu, dua kapal Indonesia yakni kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12, telah dibajak kelompok yang mengaku Abu Sayyaf di Filipina.
Abu Sayyaf adalah kelompok separatis yang terdiri dari milisi Islam garis keras yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina, antara lain Jolo, Basilan dan Mindanao.
Kedua kapal itu membawa 7.000 ton batubara dan 10 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.
“Saat dibajak, kedua kapal dalam perjalanan dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan, menuju Batangas, Filipina Selatan,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, lewat pernyataan tertulisnya, Selasa (29/03) lalu.




