Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » 10 Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan, Keluarga Korban Ucap Syukur
News

10 Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan, Keluarga Korban Ucap Syukur

Redaksi
Redaksi Published 1 Mei 2016
Share
2 Min Read
SHARE

10 Anak Buah Kapal (ABK) Brahma 12 telah dibebaskan oleh kelompok Abu Sayyaf, Minggu (1/5/16) siang tadi.

Pembebasan 10 ABK tersebut juga dibenarkan, Rifaldi, saudara kandung Rinaldi yang ikut menjadi korban penyanderaan.

Rifaldi mengatakan, dirinya mendengar kabar ini pertama kali dimedia online. Berselang kemudian, pihak perusahaan juga memberikan kabar yang membahagiakan itu.

“Saya membaca di berita online kak, ada juga kabar dari pihak perusahaan,” ungkapnya.

Setelah mendengar kabar tersebut, dirinya langsung menghubungi keluarganya. “Saya sangat bersyukur karena kakak saya bebes dari musibah itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, media nasional telah merilis 10 ABK yang dibebaskan asal WNI itu yakni, Peter Tonson, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputria, Bayu Oktavianto, Reinaldi dan Wendi Raknadian.

Untuk diketahui, akhir bulan maret lalu, dua kapal Indonesia yakni kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12, telah dibajak kelompok yang mengaku Abu Sayyaf di Filipina.

Abu Sayyaf adalah kelompok separatis yang terdiri dari milisi Islam garis keras yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina, antara lain Jolo, Basilan dan Mindanao.

Kedua kapal itu membawa 7.000 ton batubara dan 10 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.

“Saat dibajak, kedua kapal dalam perjalanan dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan, menuju Batangas, Filipina Selatan,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, lewat pernyataan tertulisnya, Selasa (29/03) lalu.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Perslutim Lakukan Seleksi Terbuka untuk Persiapan Liga 4 Sulsel 2025

Dinas Sosial P3A Luwu Timur Perkenalkan Aplikasi “SENTUH HATI”

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Ini Yang Dilakukan Pemkab Lutim

Bupati dan Wakil Bupati Lutim Hadiri Pelantikan PC SAPMA Luwu Timur

Gelar Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil, Ketua TP PKK Lutim : Kita Harus Berperan Aktif

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Jelang HUT Lutim, Ribuan Warga Padati Kota Malili
Next Article Dengar Kabar Anaknya Selamat, Orang Tua ABK Ini Akan Sembelih 7 Ekor Ayam

You Might Also Like

Luwu Timur

Longsor Kembali Terjadi di Desa Maliwowo, Kepala BPBD Lutim : Kendaraan Lancar

6 September 2024
Luwu Timur

Pj. Gubernur Sulsel Janji Akan Kirim 10 Ribu Pohon Durian Musangking ke Lutim

5 Januari 2024
Luwu Timur

Positif Covid-19 Bertambah 20 Kasus, Hasil Rapid Tes 15 Pasien Negatif

24 Mei 2020
Politik

BBM Siap Menangkan MTH – IBS

2 November 2015
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?