Mobil pengangkut air galon tiba – tiba keluar dari bahu jalan dan turun ke drainase yang terletak di desa Margolembo, kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Minggu (22/5) siang kemarin.
Melihat mobil turun ke drainase, orang nomor satu dijajaran Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak secara spontan menghentikan kendaraannya dan turun langsung melakukan evakuasi dengan menggunakan seragam lengkap.
Pantauan awak media, Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan terlihat menurunkan air galon dari atas mobil tersebut. Usai menurunkan galon, perwira dua melati itu bersama dengan anggota polisi lainnya mengevakuasi mobil tersebut dengan cara mendorong.
“Rencananya kami akan menghadiri acara Utsawa Dharma Gita (UDG) tingkat Kabupaten di desa Kalaena Kiri, kecamatan Kalaena. Karena ada yang butuh pertolongan sehingga kita sempatkan dulu untuk menolong,” ungkap Parojahan.
Acara UDG tersebut atau yang lebih dikenal dengan nyanyian suci keagamaan Hindu itu berlangsung selama 3 hari terhitung sejak tanggal 20 hingga 22 Mei kemarin. UDG ini juga dihadiri Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler dan beberapa pejabat lainnya.
Dalam acara itu, berbagai kegiatan juga digelar seperti Lomba Pembacaan Mantra (Sloka) tingkat remaja putra dan putri, Pembacaan Phalawakya tingkat remaja putra dan putri, lomba dharma widya (Cerdas Cermat) tingkat SD, SMP dan SMU.
Sebelumnya, kegiatan diawali dengan parade defile dengan jumlah peserta 329 orang yang berasal dari 7 kecamatan yakni Malili, Angkona, Burau, Wotu, Nuha, Kalaena dan Tomoni Timur.
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler mengaku mendukung kegiatan tersebut. Selain untuk mencari bakat juga merupakan cerminan untuk kita dalam mengagungkan nama Tuhan.
“Kegiatan membaca, menyanyikan dan menelaah isi teks teks suci keagamaan itu tentulah harus lebih banyak digiatkan sehingga budaya leluhur senantiasa tetap terjaga dan dapat dilestarikan,” ungkap Husler.
Husler juga mengajak kepada umat Hindu dan umat beragama lainnya untuk tetap menjaga harmonisasi dan persaudaraan yang sejak lama terbina.
“Mari tetap menjaga hubungan persaudaraan antara yang satu dengan yang lainnya agar suasana aman, damai tentram tercipta di Bumi Batara Guru ,” ungkapnya.




