Sebanyak 10 orang anak didik dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bina Mandiri Malili telah ditamatkan. Acara penamatan ini digelar di gedung Simpurusiang, kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (4/6/16) pagi tadi.
Turut hadir dalam acara ini, Asisten Pemerintahan Luwu Timur, Budiman Hakim, Camat Malili, Senfry Oktavianus, anggota DPRD Luwu Timur, Andi Endi B Shin Go dan para orang tua anak didik PAUD Bina Mandiri Malili.
Pengelola PAUD Bina Mandiri Malili, Berthin Metang mengaku baru berada di daerah yang dijuluki Bumi Batara Guru ini. Namun, dirinya merupakan putri asal Luwu Timur.
Menurutnya, dirinya banyak menghabiskan waktu diluar daerah dalam rangka menimbah ilmu dengan harapan dapat diaplikasikan ke anak didik tempat kelahirannya.
Oleh karena itu, harapan tersebut akhirnya secara pelan – pelan dapat diwujudkan dengan mendirikan PAUD Bina Mandiri Malili ini.
“Keberadaan saya di Luwu Timur memang baru namun saya berasal dari daerah ini. Tapi karena tuntutan ilmu sehingga saya kebanyakan diluar daerah, saat ini saya kembali ke Luwu Timur untuk memberikan ilmu kepada anak didik saya,” ungkapnya.
Berthin menambahkan, PAUD merupakan pondasi anak – anak untuk masa depan sehingga karakter anak dapat dibentuk dimulai dari dini.
“Kami tidak memiliki gedung, kami hanya memanfaatkan rumah yang kosong tetapi kami memiliki ilmu yang cukup untuk dapat kami bagikan,” ungkap Berthin dihadapan para orang tua anak didiknya.
Anak – anak, kata Berthin, merupakan investasi orang tua dimasa yang akan datang sehingga PAUD yang ia kelola saat ini lebih fokus kepada pendidikan karakter.
“Kita tidak tahu bagaimana anak – anak kita nantinya dimasa yang akan datang sehingga karakter anak dapat kita bentuk dimulai dari dini,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Luwu Timur, Budiman Hakim mengatakan, pendidikan anak usia dini memang sangat penting. Pasalnya, karakter anak – anak dimasa yang akan datang dapat lebih baik kalau pendidikan itu dimulai dari nol.
“Kami juga sadar akan pendidikan sehingga pendidikan anak usia dini memang sangat penting. Kalau anak – anak kita didik dari nol pastinya akan menjadi lebih baik kedepan,” ungkap Budiman.
Sebagai guru, kata mantan Kadis Nakertransos Luwu Timur ini, memang harus selalu ikhlas sebab kerap kali dibenturkan dengan kalimat – kalimat negatif dari masyarakat luar.
“Biasanya kalau anak – anak berprestasi dalam perlombaan pastinya pujian positif akan datang kepada sang guru namun kalau sebaliknya maka kata – kata negatif akan muncul,” ungkap Budiman.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah (Pemda) berharap PAUD Bina Mandiri Malili ini dapat menjadi lebih kedepan sebab karakter anak tersebut tergantung dari guru dan orang tua dirumah.
“Menjadi guru itu sangat sulit oleh karena itu harapan pemerintah agar dapat meningkatkan manajemen sekolah dan tingkatkan kemampuan guru,” ungkapnya.
Ditemui disela – sela penamatan, salah satu orang tua, Amran Arifin mengaku puas dan terbantu dengan hadirnya PAUD Bina Mandiri Malili tersebut. “Saya merasa terbantu, karena PAUD ini anak saya sudah pandai membaca,” ungkap Amran.
Penamatan ini juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan lainnya dimana kegiatan seperti vokal grup, tarian dan drama klosal dibawahkan langsung oleh anak didik PAUD Bina Mandiri Malili.




