Semakin tergerusnya daerah pesisir yang berada didesa Tampinna, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu timur membuat ratusan anggota Kelompok Pencinta Alam Generasi Alam Indonesia Luwu Timur (KPA GENALI LUTIM) tak tinggal diam. Mereka melakukan aksi penanaman 10 ribu pohon mangrove pada sabtu 15 oktober 2016 disepanjang pesisir muara sungai Tampinna untuk menangkal abrasi.
Wakil bupati luwu timur Irwan Bachri Syam terjun langsung bersama ratusan anggota KPA GENALI LUTIM tersebut untuk kembali menghijaukan pesisir tampinna dan pulau langkara yang berada di muara sungai tampinna, yang kini nyaris tenggelam akibat tergerus abrasi.
Irwan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para pemuda tersebut. “Yang dilakukan pemuda ini bukan lagi hal yang biasa, Seperti inilah seharusnya pemuda, peduli terhadap lingkungan dan daerahnya” kata Irwan saat melakukan penanaman pohon mangrove yang juga dihadiri anggota FORKOPIMDA Kabupaten Luwu timur itu.
Irwan juga mendorong organisasi kepemudaan tersebut untuk dapat juga melakukan advokasi di kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Luwu timur mengingat Luwu Timur adalah kabipaten yang memiliki daerah pesisir yang cukup luas.
“Ini adalah yang ketiga kalinya kami melakukan penanaman mangrove di sini (pesisir sungai tampinna)” ungkap Roenal Abdi yang juga pembina KPA GENALI LUTIM. sebelumnya sebanyak 25 ribu pohon magrove juga telah ditanam di sejumlah titik diwilayah tersebut. “Kami prihatin, karena abrasi mulai mengikis tambak warga” jelasnya.
Pulau langkara yang berada di muara sungai Tampinna dahulunya dihuni 70 Kepala Keluarga, namun pada tahun 80-an pulau tersebut ditinggalkan penduduknya akibat semakin sempitnya pulau karena abrasi.
Selain menjadi penagkal abrasi, penanaman mangrove juga berfungsi untuk menjaga ekosistem dan tempat berkembang biaknya ikan dan hewan laut yang bernilai ekonomis bagi warga sekitar. sekitar pulau langkara dan muara sungai tampinna dahulu juga dikenal sebagai salah satu spot pemancingan yang dihuni beragam jenis ikan.




