Datu Luwu ke-40 Andi Maradang Mackulau Opu To Bau mengingatkan Lembaga Adat Bualipu Kecamatan Wotu dan masyarakat yang hadir pada acara Motambu Tana, mengenang 40 hari meninggalnya Macoa Bualipu ke-60 Bau Ishak Rasak, untuk tetap menjaga sinergitas dengan pemerintah.
“Macoa Bualipu (Bau Ishak Rasak) sebagian besar hidupnya diabdikan untuk pemerintah, mari kita bergandeng tangan (Lembaga Adat dan Pemerintah),” ungkap Datu.
Menurutnya, mengenang 40 hari kepergian Macoa Bualipu tidak seharusnya di lakukan dengan kesedihan melainkan kegembiraan atas teladan dan semangatnya untuk menjaga dan melestarikan adat dan tradisi yang sekarang diwarisi masyarakat Bualipu Kecamatan wotu.
Bupati Luwu Timur, H. Muh. Thorig Husler bersama Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam juga turut menghadiri Prosesi yang digelar di pusara Bau Ishak Rasak, di pemakaman umum Kandeapi Desa Lampenai Kecamatan Wotu.
“Kita masyarakat luwu adalah masyarakat yang berbudaya, masyarakat yang menjunjung tinggi warisan tradisinya,” ungkap Husler
Menurut husler sikap menghargai adat mencerminkan rasa penghargaan terhadap leluhur dan para pendahulu, dan selanjutnya dapat menjadi sikap penghargaan terhadap pemuka masyarakat dan pemerintah.
Hari senin 7 november 2016 genap 40 hari meninggalnya Macoa Bualipu, Bau Ishak Rasak diperingati masyarakat wotu bersama Lembaga Adat Bualipu dan rumpun keluarga Bau Ishak Rasak dengan Motambu Tana.
Dalam prosesi Adat Motambu Tana dilakukan ritual Pergantian nisan lama yang sebelumnya berbahan kayu menjadi nisan yang terbuat dari pahatan batu.
Serangkaian prosesi tersebut dilakukan oleh perangkat adat dan rumpun keluarga Bau Ishak Rasak dan disaksikan masyarakat sekitar.




