Perusahaan tambang nikel milik PT Vale Indonesia, Tbk angkat bicara soal pemutusan aliran listrik diperkampungan masyarakat Dongi, kelurahan Magani, kecamatan Nuha, Luwu Timur sejak tanggal 20 September lalu.
Senior Manager communications PT Vale Indonesia, Bayu Aji mengatakan, sebagaian besar rumah penduduk yang terletak dibelakang kawasan Bumi Perkemahan (Bumper) tersebut menyambung listrik dengan cara tidak sah atau ilegal kejaringan listrik PT Vale Indonesia.
Pihak perusahaan, kata Bayu, sudah berulang kali telah mengingatkan akan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan dengan adanya aktifitas masyarakat tersebut. Ia menjelaskan, pada saat kegiatan Pramuka berlangsung telah terjadi insiden dimana kotak Disconnect Switch dijaringan listrik terbakar sehingga berpotensi membahayakan semua yang ada disekitar areal tersebut.
“Pada saat berlangsungnya kegiatan Pramuka yang dimulai sejak 20 September 2016, telah terjadi insiden sekitar pukul 18.40 wita, tanggal 21 September 2016 lalu dimana Kotak Disconnect Switch di jaringan listrik kami di kawasan itu terbakar sehingga aliran listrik di area tersebut dan sekitarnya terputus,” ungkapnya.
Menurut Bayu, sesuai dengan aturan perusahaan, insiden ini sedang dilakukan investigasi secara seksama untuk mengetahui faktor penyebab insiden, sekaligus menghindari kejadian serupa di kemudian hari. “Jadi memang sejak awal tidak pernah ada dari PT Vale menyambungkan listrik,” katanya.
Ia juga memastikan pihak perusahaan akan hadir menyampaikan pandangannya jika nantinya DPRD mengundang PT Vale Indonesia. Sebelumnya, puluhan masyarakat Dongi mendatangi gedung kantor DPRD Luwu Timur, Rabu (8/11/16) kemarin. Kedatangan masyarakat tersebut akibat kesal aliran listrik diputuskan oleh PT Vale Indonesia.
Dalam pertemuan warga dan DPRD, Ketua komisi I DPRD Luwu Timur, Badawi Alwi mendesak agar PT Vale kembali menyambungkan aliran listrik warga yang ada di perkampungan Dongi ini. Soalnya, undang – undang telah menegaskan kalau listrik merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.
“Adapun persoalan sehingga PT Vale memutuskan aliran listriknya akan kita bicarakan lebih lanjut dengan pemerintah. Biarkan warga dulu menikmati kembali listrik sambil mencarikan solusi yang tepat,” ungkap legislator partai Golkar.




