Dua orang pelajar asing masing-masing Dafne Rizzo, pelajar asal Jerman dan Paula Giezz, pelajar asal Italia berkunjung di Luwu Timur. Keduanya mengikuti program pertukaran pelajar atau exchange student yang digagas Bina Antar Budaya Chapter Makassar.
Saat berkunjung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Paula dan Dafne secara bergiliran bercerita panjang lebar tentang negaranya dan kesan keduanya selama berada di Indonesia, khususnya saat bersekolah di Indonesia.
“Saat tiba di Indonesia saya kaget, karena semua yang ada dibenak saya tentang Indonesia ternyata berbeda” ungkap Dafne dihadapan guru dan kepala sekolah yang hadir di Aula Dinas Pendidikan, Jumat sore (31/03/2017).
Menurutnya, Indonesia jauh lebih indah dari yang ia bayangkan. Masyarakatnya ramah dan mudah menerima siapa saja. “Hampir sepekan kami di Sorowako, berkunjung ke beberapa sekolah. Kami senang berada disini, warganya ramah. Dan kami banyak belajar disini” tambah Paula.
Dafne Rizzo, terdaftar sebagai siswi di Liceo Classico Vittorio Alfieri, Torino Italia dan Paula Giez yang merupakan siswi Max Brauer Schule Hamburg Jerman. Hampir setahun keduanya telah tinggal di rumah keluarga angkat mereka di Makassar. Dafne bersekolah di SMU 2 Makassar sementara Paula di SMU 21 Makassar.
Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur, Drs. La Besse mengaku tertarik dengan program yang dilaksanakan oleh Bina Antar Budaya Chapter Makassar. Ia berjanji akan memberikan dukungan bagi pelajar Luwu Timur yang ingin mengikuti program tersebut.
“Kami mendukung dan Insya Allah akan memfasilitasi pelajar yang tertarik mengikuti program ini” kata La Besse.
Program pertukaran pelajar tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar banyak hal di “sekolah angkat” mereka termasuk budaya dan kondisi sosial masyarakat setempat. Tidak berbeda dengan pelajar lainnya. Keduanya juga mengenakan seragam SMA lengkap dengan lambang osisnya.
Kedatanangan kedua pelajar asing ini merupakan bagian dari perkenalan program Bina Antar budaya chapter makassar yang mengadakan Audiensi dengan pemerintah Daerah dalam rangka students exchange week dan sosialisasi program pertukaran pelajar AFS-Bina Antar Budaya untuk mensosialisasikan pentingnya peran pertukaran pelajar ini untuk membentuk generasi lokal yang berkualitas.
Bagi pelajar yang berminat mengikuti program ini harus memenuhi syarat antara lain siswa kelas 10 SMA/SMK/MAN/sederajat, kelahiran 1 Agustus 2000-1 Agustus 2002, Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani serta mendapatkan izin orang tua dan pihak sekolah.
Program pertukaran pelajar ini dijadwalkan akan melakukan seleksi langsung di Luwu Timur dengan catatan jika peserta yang mendaftar seleksi mencapai 50 orang sehingga pelajar yang berminat tidak perlu jauh-jauh mengikuti seleksi di Makassar. Diakhir sosialisasi, La Besse memberikan cendra mata kepada kedua pelajar asing tersebut




