LUWU – Ratusan warga dari Desa Sumabu, Kecamatan Bajo, Luwu, tiba-tiba mendatangi Polres Luwu, sore tadi, Rabu 20 Maret 2019. Menggunakan baju serba hitam dan ikat kepala berwarna merah, ratusan warga ini, memenuhi lapangan upacara Polres Luwu, mereka menuntut pihak Kepolisian segera mengungkap peristiwa pembunuhan yang menimpa Maria Kawa, 60 tahun, warga Desa Sumabu, Februari lalu.
Matius Gony, keluarga korban, mengatakan, mereka yang datang di Polrs hari ini, hanya perwakilan keluarga, jumlahnya 300 orang. Mereka sengaja datang di Polres Luwu, untuk mempertanyakan perkembangan penyelidikan dari kasus pembunuhan Maria Kawa, tantenya.
“Sudah sebulan kasus ini terjadi, keluarga kami dibunuh secara sadis, tapi sampai hari ini, pelakunya masih bebas berkeliaran,” kata Matius.
Di Polres, ratusan warga tadi, melakukan tarian kedukaan, sebagai simbol berduka. Mereka juga menyembeli seekor ayam hitam di Polres Luwu. Ritual ini dilakukan sebagai pertanda, keluarga Maria Kawa, merasakan duka yang mendalam, dan mereka mendesak Polisi segera menangkap dan menyeret pelakunya ke meja hijau.
Seusai melakukan ritual adat Toraja di Mapolres Luwu, perwakilan keluarga korban, digiring masuk ke ruangan Kasat Reskrim, AKP Faisal Syam. Pertemua ini, berlangsung tertutup. Setelah beberapa menit di ruangan Kasat Reskrim, keluarga korban keluar dan membacakan pernyataan sikap yang intinya meminta Polisi segera menuntaskan kasus ini, jika tidak, maka mereka akan datang dengan jumlah massa yang lebih banyak. Kemudian massa membubuhkan jempol darah di atas surat pernyataan tadi.
Sementara Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam, mengaku ikut resah jika kasus ini belum terungkap. Jika perlu, Polres Luwu akan meminta bantuan Polda atau Mabes.
“Saya ikut merasakan apa yang keluargaku rasakan, tapi mohon berikan kesempatan kepada kami untuk terus bekerja menuntaskan kasus ini,” kata Faisal Syam.




