LUWU – Memperingati hari bumi, 30 Maret 2019, Karang Taruna Kabupaten Luwu, menggelar diskusi, pembersihan pantai dari sampah serta penanaman ribuan pohon mangrove, di pesisir pantai Mamonta, Belopa.
Dalam diskusi yang dihadiri pakar lingkungan hidup, akadamisi dan pemerhati lingkungan, menyoroti aktifitas eksplorasi yang dilakukan PT Masmindo Dwi Area (MDA).
Ketua Karang Taruna, Kabupaten Luwu, Sul Arrahman, menyebut eksplorasi yang dilakukan PT MDA di puncak gunung Latimojong, adalah ancaman lingkungan yang serius. Perlahan tapi pasti, lingkungan akan tercemari dan merusak ekosistem alam Luwu.
“Saya sudah konsultasi dengan pakar tambang, kandungan emas di Luwu, salah satu yang terbaik di dunia, jadi sangat tidak logis jika Masmindo sampai hari ini, masih eksplorasi,” kata Sul Arrahman.
Dia lalu meminta Dinas Lingkungan Hidup, untuk mengkaji ulang, dampak lingkungan yang ditimbulkan dari eksplorasi PT MDA di Latimojong. Sul juga meminta agar aktifitas PT MDA dihentikan atau ditutup.
“Limbah mercury, sianida yang digunakan, pasti menjadi ancaman yang terus mengintai, belum lagi ancaman terhadap air PDAM yang dikonsumsi ribuan warg Luwu,” ujarnya.
Adapun Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Luwu, Wahyuddin, mengatakan pihaknya belum bisa mengambil kebijakan untuk memutus izin Amdal PT MDA, karena ditangani provinsi.
“Emas bisa dikelola, tidak harus menggunakan mercury, karena kita paham bahwa mercury sangat merusak, kita mau hentikan aktifitas PT MDA, tapi kita tidak punya kewenangan,” kata Wahyuddin.
Izin lingkungan PT MDA, bisa dicabut jika terjadi kerusakan lingkungan. Tapi jika masyarakat peduli lingkungan, protes keras, kata Wahyuddin, orang lingkungan hidup akan merespon.
“Tapi PT MDA suka main kucing-kucingan, mereka selalu buat jalanan baru, sebagai alasan bahwa mereka ada tetap aktifitas, karena izin lingkungan bisa dicabut, jika tidak ada aktifitas di dalamnya,” ujarnya.
Sementara Direktur PDAM Luwu, Syahruddin, membenarkan jika air baku PDAM, sudah sering keruh. Itu disebabkan, adanya aktifitas tambang di Latimojong.
“Aplagi jika diguyur hujan, sumber air akan keruh dan masalah ini sudah kami bahasa bersama PT MDA,” kata Syahruddin.
Sebelumnya, manajer PT MDA, Muhammad Amin, mengklaim perusahaannya sudah banyak berkontribusi ke masyarakat Luwu, baik melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) maupun pembangunan jalan desa.
“Keliru jika disebut PT MDA, sudah 40 tahun beroperasi di Luwu, itu tidak benar, dan pengelolaan tambang emas itu, tidak semudah yang orang luar pikirkan,” katanya.
Namun, Amin membenarkan jika PT MDA, menggunakan sianida di Latimojong. “Kami tidak pakai mercury, hanya sianida.
Sementara pernyataan Amin soal usia PT MDA di Luwu, bertentangan dengan pernyataan Bupati Luwu, Basmin Mattayang, yang menyebut PT Masmindo sudah 40 tahun di Luwu.
Haswadi




