Pada bulan Oktober 2019, Kota Palopo mengalami deflasi sebesar 0,01 persen dengn Indeks Harga Konsumen sebesar 136,35.
Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Palopo, Nurmiati Amir dalam rilisnya menyebutkan dari tujuh kelompok pengeluaran, terdapat dua kelompok yang terjadi inflasi, dan dua kelompok terjadi deflasi.
“Deflasi terdalam dialami oleh kelompok sandang sebesar 0,53 persen dengan IHK sebesar 157,34,” kata Nurmiati.
Dijelaskan, deflasi terjadi karena adanya perubahan harga yang ditunjukkan oleh penurunan nilai indeks dua kelompok pengeluaran yaitu deflasi pada kelompok sandang sebesar 0,53 persen dan kelompok bahan makanan sebesar 0,38 persen.
Sementara beberapa kelompok pengeluaran yang memberi andil/sumbangan Inflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,1052 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,1048 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0333 persen, kelompok sandang sebesar -0,0434 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,00, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,00 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,0002 persen.
Sementara itu, dibanding Kabupaten/Kota lainnya di Sulawesi Selatan, Deflasi terdalam terjadi di Kota Watampone sebesar 0,21 persen dan Inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar sebesar 0,10 persen.
“Sementara Provinsi Sulawesi Selatan tercatat inflasi sebesar 0,07 persen, sedangkan Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,02 persen,” ujarnya.