LUWU – Antrian panjang puluhan truk dan minibus di SPBU Belopa, Kabupaten Luwu, masih terjadi hingga hari Selasa 5 November. Sejumlah sopir mengaku rela mengantri dari jam 07.00 pagi, demi mendapatkan Bahan Bakar Minyak, jenis solar.
Suardi, sopir truk Fuso dari Kota Makassar, mengatakan, antrian kendaraan tidak hanya terjadi di Luwu, tapi hampir merata di Kabupaten lai di Sulawesi Selatan.
“Kalau kami masih mendingan pak, karena barang yang kami muat bahan bangunan, yang kasihan itu pedagang sayur, kalau harus menunggu lama di SPBU,” kata Suardi, Selasa 5 November.
Meskipun harus antri berjam-jam, Suardi bersyukur bisa mendapatkan solar, meskipun jumlahnya terbatas.
Sementara Annis, Pengawas di SPBU Belopa, mengatakan, setiap hari SPBUnya mendapat delapan ton solar dan premium. Dua jenis BBM ini langsung habis diserbu pembeli yang sudah mengantri sejak SPBU buka dipagi hari.
“Tidak bisa kita bendung pak, karena sudah anyak yang antri dari pagi. Biasanya solar dan premium habis dalam waktu tiga atau empat jam,” kata Annis.
Menurut Annis, salah satu penyebab banyaknya antrian kendaraan, dan solar cepat habis, karena distribusi solar dari TBM Karang-Karangan, tidak merata di semua SPBU.
“Misalnya di Belopa, masuk pagi, di SPBU Seppong masuk sore, jadi tidak merata, coba kalau bersamaan, pasti tidak akan ada antrian panjang,” ujarnya.
Sejumlah polisi Satuan Lalulintas, terlihat mengatur arus Lalulintas di depan SPBU Belopa, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.