LUWU TIMUR – Alpina, 40 tahun, seorang Ibu Rumah Tangga, asal Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, meninggal dunia, setelah digigit anjing peliharaannya. Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah, Ilagaligo, Wotu, namun nyawa tak tertolong. Dokter mendiagnosa, korban positif tertular rabies dari anjing peliharaannya.
Direktur RSUD Ilagaligo Wotu, dr Benny, mengatakan saat masuk di rumah sakit, Alpina mengalami sesak nafas, sakit kepala, muntah dan mual.
“Tapi hanya satu malam ditangani, setelah itu keluarganya meminta Alpina dipulangkan ke rumahnya, sore harinya, kami dapat kabar, bahwa korban sudah meninggal dunia,” kata dr Benny, Selasa 18/02/20.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Rosmini Pandin, meminta masyarakat untuk terus waspada serta mengurani kontak dengan hewan peliharaan penulas rabies. Dia menambahkan, gihitan hewan penular rabies, cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan, tiap tahunnya.
Tahun 2014, gigitan hewan penular rabies sebanyak 407 kasus, sementara tahun 2019 terdapat 628 kasus.
“Sementara untuk triwulan pertama tahun ini, ada 43 kasus, dan satu korban meninggal dunia. Dan sebarannya hampir merata di seluruh kecamatan di Luwu Timur,” kata Rosmini.
Rosmini menghimbau kepada masyarakat, untuk segera melapor pada petugas kesehatan, jika digigit hewan penupar rabies, seperti anjing dan kucing.
Laporan: Damrin Arfah Kurupi, Luwu Timur




