Pemerintah Kota Palopo berencana mendirikan Rumah Sakit Jiwa, Panti Jompo dan Ruma Singgah dan penampungan bagi korban kekerasan rumah tangga. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Palopo, Judas Amir saat menghadiri kopi morning di Aula Mapolres Palopo, Selasa (29/10/13), yang dihadiri sejumlah wartawan, Lembaga Swadaya Masyarakat dan unsur Muspida pemkot Palopo. Dalam kesempatan tersebut, Judas Amir mengaku prihatin dengan banyaknya penderita sakit jiwa yang berkeliaran di jalan, dan tidak mendapat perhatian.
“Ada tiga hal yang akan kami lakukan selama memimpin Kota Palopo, diantaranya mendirikan RS Jiwa, Panti Jompo serta rumah singgah yang aman bagi korban tindak kekerasan dalam lingkup rumah tangga,” kata Wali Kota Palopo, Judas Amir.
Hal tersebut diungkapkan Judas Amir saat menanggapi pertanyaan dari Ketua Lembaga Perlindunga Perempuan dan Anak (LPPA) Kota Palopo, Andi Fatmawati Syam yang mempertanyakan keseriusan pemerintah Kota Palopo menangani banyaknya tindak kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak-anak dan banyaknya penderta sakit jiwa berkeliaran di jalan raya.
Andi Fatmawati menjelaskan, setiap tahunnya jumlah tindak kekerasan terhadap perempuan di lingkup rumah tangga sudah semakin mempihatinkan, dihadapan Wali Kota dan Kapolres Palopo, aktifis perempuan ini juga menjelaskan, perempuan yang mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga akan mengalami trauma sehingga takt untuk kembali ke rumahnya. Untuk itu, Andi Fatmawati meminta agar Pemkot Palopo menyediakan ruangan khsusu bagi korban tindak kekerasan dalam rumah tangga.
“Saat ini Pemkot Palopo memang belum menyediakan tempat khusus bagi korban tindak kekerasan dalam rumah tangga, nah itu sudah kami usulakan agar Pemkot Palopo bisa segera menyediakannya,” kata Andi Fatmawati.(*)
Haswadi




