LUTIM – Orang tanpa gejala atau OTG menjadi bahaya laten dalam persebaran virus corona di semua wilayah, termasuk Wilayah kabupaten Luwu Timur. Pasalnya, OTG menjadi pembawa atau carier virus corona yang tidak terdeteksi sejak dini.
Demikian yang diungkapkan Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Malili, Yudi Burhan, SH. saat mengunjungi salah satu posko desa tanggap covid-19 di Kecamatan Malili, Sabtu (09/05/2020).
Dia mengungkapkan bahwa, OTG menjadi salah satu faktor pemicu penambahan angka kasus positif Covid-19. OTG merupakan kategori orang yang berisiko terinfeksi virus corona namun tidak menunjukkan gejala apapun.
“Orang yang berstatus OTG ini sulit dideteksi lantaran tidak memperlihatkan gejala penyakit apapun alias dalam kondisi sehat”, ungkapnya.
Ia juga menambahkan, OTG merupakan orang tanpa gejala yang diduga tertular virus corona dari pasien positif. Dia mungkin telah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 yang berisiko menularkan virus kepada orang lain.

“Adapun yang dimaksud kontak erat adalah aktivitas kontak fisik, berada dalam satu ruangan, pernah saling berjumpa, atau berada dalam radius 1 meter dengan PDP atau pasien positif,” ungkap Yudi.
Sayangnya, lanjut dia, keberadaan OTG sulit diketahui lantaran tidak menunjukkan gejala infeksi virus corona. Hal ini kemungkinan terjadi lantaran orang tersebut memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Meski demikian, keberadaannya wajib diwaspadai lantaran mampu menularkan virus kepada orang lain.
Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Timur, hingga Sabtu (09/05/2020) terdapat 168 Orang berstatus OTG di Kabupaten Luwu Timur, dari lima hari terakhir terjadi peningkatan drastis warga Lutim yang berstatus ODP. Olehnya itu, Kita perlu Waspada,” ajaknya.
Yudi juga menambahkan bahwa, guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini, dibutuhkan kolaborasi dan kerjasama dari seluruh komponen, baik Pemerintah maupun masyarakat. “Olehnya itu, mari saling menguatkan dan mendukung,” tutupnya. (*)




