LUTIM — Rekruitmen ABK KMP. Pangkilang yang tidak memberikan ruang pada putra lokal Luwu Timur menuai kritik tajam dari elite politik di Kabupaten Luwu Timur.
Usman Sadik yang merupakan Wakil Ketua DPRD Luwu Timur dengan tegas meminta pengoperasian KMP. Pangkilang di danau Towuti ditunda sebelum komitmen dilaksanakan. Untuk itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Timur diminta tidak menerbitkan SOP pengoperasian KMP Pangkilang tersebut.
”Ditunda saja dulu pengoperasian karena tidak sesuai dengan janji yang diucapkan Gubernur dan Dirjen Perhubungan saat launching tempo hari,” Ungkap Usman Sadik, Senin (17/05/2021).
Menurut Usman Sadik, semenjak tidak ada anak-anak lokal Luwu Timur di rekruit menjadi ABK KMP Pangkilang, membuat rencana pengoperasian KMP Pangkilang ini mendapat penolakan dari masyarakat yang tinggal di seputar Danau Towuti. Sebab semua yang dipekerjakan sebagai ABK di Kapal tersebut adalah tenaga kerja dari luar Luwu Timur.
”Ingat janji Gubernur Sulsel dan pihak Dirjen Perhubungan waktu melauunching, sangat jelas dikatakan mengutamakan Sumber daya manusia lokal Luwu Timur. Faktanya sekarang hanya satu saja anak Luwu Timur yang dinyatakan lolos berkas. Inilah yang memicu penolakan dari masyarakat, saya juga kecewa,” ungkap Usman Sadik.
Lanjut dijelaskannya, jauh sebelum rencana pengoperasian KMP Pangkilang ini ingin dilaksanakan, dirinya bersama Kadis Perhubungan Lutim, Andi Makarakka sudah menghadap ASDP Selayar. Menyampaikan bahwa agar rekruitmen ABK kapal KMP. Pangkilang memprioritaskan putra lokal Luwu Timur. Mereka setuju waktu itu, namun entah mengapa hari ini faktanya tidak sesuai yang kita harapkan, alasannya mereka bilang anak-anak Luwu Timur tidak ada yang memenuhi syarat.
Baginya, alasan itu ia anggap tidak benar, itu hanya akal-akalan mereka saja, semua persyaratan yang diminta sudah dilengkapi semua oleh anak-anak lokal kita.
Asal tahu saja, kata Usman, ada beberapa putra lokal kita yang mendaftar sebagai ABK KMP Pangkilang tersebut sudah punya kapasitas yang mumpuni, tidak bisa diragukan lagi, karena sudah pernah menjadi Kapten mengoperasikan kapal ke Luar Negeri.
”Makanya saya menduga alasan mengatakan calon ABK dari Luwu Timur tidak memenuhi syarat itu sangat tidak masuk akal,” pungkas Usman Sadik.
Harapannya di Luwu Timur, dengan beroperasinya KMP Pangkilang ini setidaknya membawa manfaat bagi warga Luwu Timur, anak-anak Luwu Timur yang punya kapasitas bisa bekerja sebagai ABK.
”Jika janji ini tidak bisa dipenuhi mendingan tunda saja pengoperasiannya, toh dengan tidak beroperasinya KMP Pangkilang, transportasi Danau Towuti juga hidup sampai sekarang,” tegas Usman Sadik. (*)




