Sejumlah nelayan keluhkan kondisi dermaga di Desa Harapan (Lampia) yang gelap gulita karena tidak adanya sarana penerangan ketika malam hari.
Diketahui, Setiap harinya Puluhan kapal nelayan sandar di dermaga yang terbuat dari material kayu ini.
Salah satu nelayan lokal, Nasran mengaku sulit berjalan menyusuri dermaga sepanjang 200 meter itu tanpa adanya bantuan penerangan senter ketika pulang dari menangkap ikan.
“Ketika malam hari, setidaknya kami harus membawa senter karena beberapa papan di dermaga sudah rapuh bahkan ada yang bolong” Katanya.
Dengan kondisi tersebut, Nasran berharap Pemerintah Desa Harapan segera menyediakan sarana penerangan untuk mempermudah warga khusunya para nelayan lokal.
Selain pemanfaatannya sebagai tempat sandaran kapal nelayan, Dermaga ini juga menjadi salahsatu objek wisata yang kerap dikunjungi masyarakat lokal maupun luar daerah. (rif)




