LUWU TIMUR – Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Perindustrian, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkoprin UKM), Senfry Oktavianus mengungkapkan bahwa stok bahan pokok di Lutim mencukupi dan tersedia untuk masyarakat mulai Maret sampai menjelang bulan suci ramadhan.
“Hanya kami laporkan sebelumnya bahwa stok minyak goreng sebelumnya memang mengalami kelangkaan karena jumlah yang masuk mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal,” tambah Senfry saat melaporkan kondisi bahan pokok kepada Bupati Luwu Timur di rapat koordinasi High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Luwu Timur yang berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Lutim, Senin (04/04/2022).
Namun untuk bulan April kedepan ini, lanjutnya, stok minyak goreng sudah normal kembali hanya saja harganya untuk kemasan memang mengalami kenaikan penyesuaian rata-rata hingga 50 ribu untuk 2 liter. Kemudian untuk pasokan distributor juga sudah normal kembali, hanya saja terkait minyak goreng curah dimana di Luwu Timur tidak terlalu di suka oleh ibu rumah tangga dengan alasan bahwa lebih senang menggunakan minyak goreng kemasan.
“Kemudian ada komoditas yang rutin naik yaitu gula pasir, daging ayam, telur dan bawang. Sementara komoditas yang kita pantau harganya turun ada tomat, ketela pohon atau ubi kayu. Kenaikan harga bahan pokok disebabkan oleh 3 (tiga) faktor diantaranya; meningkatnya permintaan, perubahan musim dan faktor ketersediaan bahan bakar transportasi,” ungkap Senfry.
Pada kesempatan ini, mantan Asisten Perekonomian dan Pengembangan Infrastruktur ini juga membeberkan rencana aksi yang akan dilakukan pihaknya sebelum lebaran idul fitri yakni yang pertama, melaksanakan pasar murah untuk memberikan akses sembako murah kepada masyarakat pada tanggal 11-24 April 2022 di sebelas kecamatan dengan jumlah paket sebanyak 1.800 paket dimana sasaran utamanya ialah untuk rumah tangga miskin.
“Yang kedua ialah memastikan kecukupan stok dan kesediaan bahan pokok dengan harga terjangkau dengan rutin melakukan pengawasan khususnya di pasar-pasar tradisional dimana tim-tim kami akan bertugas di setiap pasar. Yang ketiga ialah memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dengan ketersediaan BBM dimana ketersediaan BBM ini rutin dilaporkan kepada kami berapa jumlah yang masuk dan keluar. Keempat melakukan pengawasan terhadap barang beredar yang kadaluarsa dimana tingkat konsumsi meningkat, jadi nanti kita akan bekerjasama dengan BPOM untuk melakukan monitoring jangan sampai ada barang kadaluarsa yang beredar di Kabupaten Luwu Timur,” jelas Senfry Oktavianus.
Menanggapi laporan Kepala Dinas Dagkoprin UKM terkait pasar murah, Bupati Luwu Timur berpesan agar mengajak perusahaan-perusahaan untuk sama-sama menggelar pasar murah tersebut. “Jadi matangkan dulu rapatnya, kita punya 1.800 paket jadi kalau ada perusahaan mau gabung bisa nanti ditambah-tambah paketnya. Saya yakin banyak orang mau buat kebaikan, cuma caranya perlu kita sampaikan. Jadi undang PT. Vale dan beberapa kontraktor untuk rapat. Dan boleh jadi pihak perbankan juga akan terlibat pada pasar murah tersebut,” tandas Bupati Luwu Timur.
Turut hadir Kapolres Lutim, AKBP. Silvester Mangombo Marusaha Simamora, Kajari Lutim, Muh. Zubair, Danramil Malili, perwakilan Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah, H. Bahri Suli, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala OPD, Pimpinan Cabang Perbankan se-Kabupaten Lutim, Kepala BPS Kab. Lutim, Camat se-Kabupaten Lutim, dan pelaku usaha.




