LUWU TIMUR – Terhadap ranperda sistim pengelolaan air limbah domestik. Fraksi gerindra mendukung atas keberadaan Ranperda ini mengingatmasalah kesehatan adalah hal utama dalam kehidupan.
Demikian yang disampaikan Sarkawi A. Hamid selaku Juru Bicara Fraksi Gerindra pada Rapat Paripurna penyampaian pandangan fraksi-fraksi terhadap 2 Ranperda Tahap II Tahun 2022 yakni Ranperda tentang Penanaman Modal dan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik, pada Rapat Paripurna DPRD Lutim, Jumat (07/10/2022).
Menurutnya, Penanganan air limbah domestik secara sembarangan akan mengakibatkan kerusakan dan pencemaran pada lingkungan, kerusakan dan pencemaran lingkungan ini akan berdampak buruk bagi masyarakat. Seperti mengakibatkan banjir, terjadinya penyakit dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
“Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan pemukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen dan Asrama. Pengelolan air limbah domestik adalah upaya yang sistimatis, menyeluruh dan berkesinambungan dalam merencanakan, membina dan mengawasi penyelenggaraan pengelolaan air limbali domestik,” tutur Sarkawi.
“Semoga perda ini memuat dan mengatur tentang hak dan kewajiban serta tanggung jawab baik itu dari individu maupun komunal masyarkat terkait pengelolaan air limbah domestik,” jelasnya.
Lanjut Sarkawi, Berbicara tentang Perda penanaman modal, Fraksi Gerindra berpendapat bahwa Perda di adakan sebagai upaya untuk membuka ruang investasi yang sebesar-besarnya bagi dunia usaha guna menanamkan investasinya di Bumi Batara Guru dengan menghadirkan iklim yang kondusif, kemudahan dalam berusaha dan terwujudnya kepastian hukum dalam berinvestasi.
“Bagi fraksi Gerindra, Narasi yg dibangun oleh Bapak Gubernur tentang investasi besar yang ada di Luwu Timur ini, bukan pada masalah siapa yang akan mengelola dan mengeksplorasi kawasan itu, bukan pula pada masalah apakah kontrak karya PT. Vale yg berakhir tahun 2025 diperpanjang atau tidak, demikian juga apakah pemerintah provinsi sudah siap mengelolanya atau tidak, tetapi bagi fraksi Gerindra, siapapun yang akan mengelola kawasan ini kelak, mau vale atau pihak lain, satu yang harus jelas dan dipastikan adalah bagaimana rakyat Luwu Timur harus menikmati sebesar-besamya kekayaan ini untuk kesejanteraannya,” jelas Sarkawi. (*)




