LUWU TIMUR – Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur menggelar Workshop Rencana Kontinjensi (Rekon) Gempa dan Pra Simulasi Tahun 2022, di Gedung Wanita Simpursiang, Malili, Senin (05/12/2022).
Tujuan dari workshop ini adalah untuk menyamakan persepsi dalam memahami tugas dan tanggung jawab sesuai kompetensi masing-masing dengan berpedoman pada dokumen rencana kontijensi gempa yang saat ini disusun sebagai suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana kedepan yang didasarkan pada keadaan yang kemungkinan besar akan terjadi, namun juga belum tentu terjadi.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Masdin saat mewakili Bupati Lutim membuka kegiatan mengungkapkan bahwa, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Nasional tahun 2021, Kabupaten Luwu Timur termasuk kategori tinggi terhadap berbagai jenis ancaman bencana selain gunung api.
Bahkan, sambungnya, Luwu Timur berada pada posisi ke 20 dari 514 Kabupaten/Kota se Indonesia yang merupakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang berisiko tinggi terhadap ancaman bencana.
“Kabupaten Luwu Timur juga rawan terhadap berbagai bahaya lainnya yang ditimbulkan oleh teknologi, transportasi gangguan ekologis, biologis serta kesehatan. Sementara itu, penanganan bencana di Kabupaten Luwu Timur belum sepenuhnya terbangun secara terintegral dan komprehensif. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor antara lain paradigma penanganan bencana yang parsial dan bersifat sektoral dan kurang terpadu,” tutur Masdin.
Lanjut Plt. Kepala Pelaksana BPBD Lutim ini mengatakan, penanganan bencana masih memusatkan tanggapan pada upaya pemerintah sebatas pada pemberian bantuan fisik yang dilakukan hanya pada fase kedaruratan, sementara pada masa recovery dan mitigasi belum sepenuhnya menjadi bagian dari program yang dicanangkan.
Ia membeberkan bahwa, kebijakan penanggulangan bencana yang diarahkan pada upaya pengurangan risiko bencana dan kesiapan menghadapi bencana juga diarahkan untuk mendukung Agenda Pembangunan Nasional Nawa Cita yaitu :
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara melalui kecepatan respon penanganan darurat bencana;
2. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, dengan membangun dan memperkuat kapasitas kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di daerah tertinggal, perbatasan, pedesaan dan terisolir; serta
3. Melaksanakan revolusi mental melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terencana, terkoordinasi, transparansi dan akuntabel.
Sebelum menutup sambutannya, Masdin menuturkan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan pemerintah daerah khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Lembaga/Organisasi, dan OPD dalam merespon dengan benar keadaan darurat serta potensi dampak yang dapat ditimbulkan akibat bencana.
“Semoga Allah SWT meridhoi upaya-upaya yang telah kita lakukan, dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana sehingga dapat berjalan secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh. Aamiin,” tandas Asisten Ekbang.
Hadir pada kegiatan Workshop ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lutim, Kepala OPD Lingkup Pemerintah Lutim, Camat, Direktur RSUD I Lagaligo, Korpos Unit Siaga SAR Lutim, PT Vale Indonesia Tbk, Tim SAR, PMI, LSM, serta narasumber Tenaga Ahli Penyusun Dokumen Rencana Kontijensi Gempa Provinsi, Leonardy Sambo, Jasman Ghadi dan Achmad Syarif Sady. (*)




