LUWU TIMUR – Bupati Luwu Timur, H. Budiman didampingi Sekretaris Daerah, H. Bahri Suli memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri para Asisten dan Staf Ahli, serta para Kepala OPD dan Kabag, di Lounge Bupati Lutim, Kamis (12/01/2023).
Dalam arahannya, Bupati Lutim berharap serapan APBD tahun ini lebih cepat dari tahun kemarin dan jauh lebih baik lagi. “Pelaksanaan APBD ini kebijakannya dilakukan semua, SK-SK dibutuhkan, SK Bupati dan Peraturan Bupati disiapkan supaya tidak ada kendala,” tambahnya.
“Saya berharap para asisten aktif untuk mengkoordinasikan OPD-OPD yang ada dibawah naungannya. Karena pelaksanaan APBD 2023 butuh koordinasi yang baik sehingga dibutuhkan percepatan,” pesan Budiman.
Berikutnya terkait persiapan pengadaan barang dan jasa. Ia berharap lewat Asisten dan Staf Ahli di rapatkan dengan baik. dan kalau bisa pengadaan barang dan jasa ini bulan Juni sudah tidak ada. Tapi kalau masih ada, berhenti saja, stop kan. sehingga kalau perubahan anggaran bisa diganti.
Selanjutnya, penginputan SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) karena tidak bisa jalan kalau tidak ada penginputan. Jadi Budiman juga berharap teman-teman di OPD agar penginputan SIRUP di percepat. Dan kalau bisa nanti lelangnya bisa 1 kali. misalnya lelang langsung 100 paket jadi bisa langsung 1 kali kerja.

“Jadi lewat Asisten nanti dipaparkan berapa kira-kira yang siap dikerja, karena tidak semua juga dinas punya proyek yang besar, paling PU, Kesehatan, Pendidikan, Pertanian, Perikanan, dan Pariwisata,” ungkap Bupati.
“Saya berharap bangunan-bangunan yang akan dibangun itu menjadi ikonik. Artinya, bangunan itu kalau dilihat 100 tahun tidak bosan ki. Jadi bantu kita ini, termasuk juga nanti gedung pemuda,” jelas Bupati.
Sementara, Sekda Lutim, H. Bahri Suli menambahkan, berkaitan dengan koordinasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan, karena pengalaman di tahun-tahun kemarin bahwa ada beberapa kegiatan terkadang tidak dilakukan karna koordinasinya kurang.
Kemudian terkait dengan aplikasi surat menyurat yakni paperles dan srikandi. Sekda Lutim berharap aplikasi ini sudah betul-betul dimanfaatkan dengan baik. Karena ada proses administrasi yang nantinya bisa bertentangan dengan waktu pada saat kita menggunakan aplikasi dengan manual.
“Inilah yang kita kuatirkan, jangan sampai besok-besok ada persoalan administrasi di proses keuangan yang kita lakukan. Ini saya mohon perhatiannya,” tegas Sekda. (*)




