Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Minlok Penurunan Stunting, Lutim Targetkan Penurunan Hingga 14,6% di Tahun 2023
Luwu Timur

Minlok Penurunan Stunting, Lutim Targetkan Penurunan Hingga 14,6% di Tahun 2023

Redaksi Luwuraya
Redaksi Luwuraya Published 14 Maret 2023
Share
4 Min Read
SHARE

LUWU TIMUR – Kabupaten Luwu Timur menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14,6 % pada tahun 2023 ini bahkan akan mencapai 14% pada tahun 2024 mendatang.

Harapan penurunan angka stunting ini disampaikan oleh ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur, Hj. Sufriaty Budiman sekaligus Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Luwu Timur, saat membuka kegiatan Mini Lokakarya triwulan I tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas P2KB di Aula kantor camat Wasuponda, Senin (13/03/2023).

Menurut Hj. Sufriaty, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting Kabupaten Luwu Timur mengalami kenaikan pada tahun 2022 yaitu sebesar 22,6% atau naik 2,7% dari angka 19,9% pada tahun 2021. Saat ini Luwu Timur berubah menjadi urutan kelima terendah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Olehnya itu, Ketua TP PKK Lutim ini berpesan kepada stakeholder terkait agar tidak bosan untuk terus gencar melakukan sosialisasi stunting dan pendampingan kepada masyarakat terkait percepatan penurunan stunting.

“Bukan hanya Tim pendamping keluarga, TP-PKK kecamatan dan desa saja yang harus gencar dalam hal pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang stunting, tetapi dinas terkait juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” harap Sufriaty.

“Harapan kita kedepannya agar hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting Kabupaten Luwu Timur dapat menurun dari 22,6% di tahun 2022 menjadi 14,6 % ditahun 2023 dan 14,00 % pada tahun 2024,” urai istri Bupati Luwu Timur tersebut.

“Jadikan hasil dari SSGI menjadi motivasi kita semua, diingatkan pula untuk Dinas Kesehatan terkhusus kader posyandu yang merupakan ujung tombak agar lebih teliti dalam melakukan pengukuran tinggi badan terhadap bayi dan balita agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan data stunting dan terjadi penggandaan data,” tandas Sufriaty Budiman.

Dari data stunting yang disajikan EPPBGM per Agustus 2022, Persentase Stunting tertinggi berada Kecamatan Wasuponda yakni 20,52%, Malili 16,16%, Towuti 15,88%, Burau 9,84%, wotu 3,54%, Tomoni Timur 2,85%, Tomoni 2,16%, Kalaena 2,05%, Mangkutana 1,95%, Angkona 1,6% dan Nuha 1,13%, data ini bersumber dari Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) per Agustus 2022.

Sedangkan untuk keluarga berisiko Stunting tercatat 8 kecamatan tertinggi yang merupakan lokus Stunting tahun 2023 yaitu Kecamatan Towuti berkisar 49,26%, Burau 40,7%, Nuha 25,45%, Malili 20,94%, Angkona 18,76%, Wotu 18,09%, Tomoni Timur 15,86%, Mangkutana 11,2%, Wasuponda 11,11%, Tomoni 10,62%, dan Kalaena 9,95%.

Kepala Bidang Keluarga Berencana DP2KB Luwu Timur, Suliati mengharapkan melalui kegiatan Mini Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting dapat mengawal dan mengevaluasi pelaksanaan Pendampingan Keluarga di Tingkat Kecamatan serta laporan kondisi pendampingan keluarga dan program percepatan Penurunan Stunting di seluruh desa/ kelurahan.

“Saya berharap beberapa program diantaranya pendampingan ibu hamil, pencegahan pernikahan dini dan beberapa program lainnya mampu digalakkan dan difokuskan agar penurunan angka stunting dapat dipercepat hingga memenuhi target yang telah ditetapkan,” tutup Suliati.

Turut hadir, Sekdis DP2KB, Camat Towuti, Wasuponda dan Nuha, Danramil Nuha, Kapolsek Wasuponda, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Kepala KUA Towuti, Wasuponda, dan Nuha, Kepala Puskesmas Towuti, Wasuponda dan Nuha, TPK dan TP-PKK kecamatan dan desa. (res/ikp-humas/kominfo-sp)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bupati Budiman Harap BPP KKLR Semakin Kuatkan Persatuan Wija To Luwu

Pembukaan Turnamen Sepakbola Pasitabe CUP II Bernuansa Adat ‎

Sekda Lutim : Penataan Masalah Keagrarian Sangat Penting Dilakukan

Update Covid19, Pasien Sembuh dan Kasus Baru Bertambah Drastis

Lusa, Kadis Kesehatan Lutim Diperiksa Polisi

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Bupati Luwu Timur Hadiri RUPS Tahunan dan RUPS-LB Bank Sulselbar
Next Article DPK Luwu Timur Terima Kunjungan “Field Trip” SDIT Al Bina Tomoni

You Might Also Like

Metro

Di Lutim, Operasi Simpatik Diwarnai Bagi – Bagi Helm

3 Maret 2016
Luwu Timur

Bupati Budiman Pimpin Apel Pagi Pasca Libur Hari Raya Idul Fitri

26 April 2023
Luwu Timur

Dinas Pertanian Lutim Gelar Aksi “FERMEN HATI” Pada Dua Lokus

22 September 2021
Luwu Timur

Sekda Apresiasi Kelas Inspirasi Luwu Timur

17 Maret 2017
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?