Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Unit Dialisis RSUD I Lagaligo Punya 10 Mesin Hemodialisis
Luwu Timur

Unit Dialisis RSUD I Lagaligo Punya 10 Mesin Hemodialisis

Redaksi Luwuraya
Redaksi Luwuraya Published 17 Agustus 2023
Share
4 Min Read
SHARE

LUWU TIMUR – Unit Dialisis RSUD I Lagaligo merupakan unit pelaksana pelayanan pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal baik akut maupun kronik. Dialisis adalah salah satu terapi pengganti ginjal yang menggunakan alat khusus dengan tujuan mengatasi gejala dan tanda akibat penumpukan racun sisa metabolisme yang tinggi di dalam tubuh sehingga diharapkan dapat memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Unit dialisis RSUD I Lagaligo melayani pasien yang menjalani hemodialisis dan pelayanan CAPD mulai hari senin-sabtu yang terbagi menjadi dua shift pelayanan shift pertama pukul 07.30-14.00 WITA dan shift kedua pukul 14.00-20.00 WITA sedangkan untuk hemodialisis cito 24 jam. Jumlah pasien hemodialisis yang terdaftar di RSUD Lagaligo sebanyak 45 orang dan pasien CAPD sebanyak 4 orang.

Di Unit Dialisis ini, pelayanan terhadap pasien dilakukan dokter spesialis yakni ; dr. Nasrum Machmud, Sp.PD, KGH, FINASIM selaku Dokter Penanggung Jawab Pelayanan, dibantu dr. Irmawati selaku Dokter Umum yang Bersertifikat Dialisis. Kemudian ada 4 Orang Perawat Mahir bersertifikat dialysis, 5 Orang Perawat non mahir belum bersertifikat dialysis, 1 Orang Admin, 1 Orang Apoteker, 1 Orang operator mesin RO dialysis dan 1 Orang Sanitasi. Mereka melayani pasien per hari dengan rata-rata 18 orang.

Untuk mendukung pelayanan yanag lebih maksimal, saat ini di Unit Dialisis RSUD I Lagaligo memiliki 10 mesin hemodialisis, 1 mesin untuk pasien hepatitis B, 1 mesin untuk pasien hepatitis C, dan 8 mesin untuk pasien negative hepatitis. Setiap pelayanan di unit dialisis yang dijalani oleh pasien di RSUD I Lagaligo telah ditanggung BPJS.

Hemodialisis (Cuci Darah) adalah sebuah proses penyaringan atau pemisahan darah dari toksin, dengan menggunakan alat/membran semipermeabel buatan (disebut : dialiser) yang bertujuan untuk menghilangkan limbah dan racun (seperti urea dari darah), mengembalikan keseimbangan kadar elektrolit dalam darah, dan menghilangkan kelebihan cairan dari dalam tubuh.

Idealnya tindakan hemodialisis dilakukan 2-3 kali seminggu. Penundaan hemodialisis dapat berisiko terjadi komplikasi seperti penumpukan cairan pada paru, kejang-kejang, penurunan kesadaran, gangguan elektrolit yang berat, perdarahan saluran cerna, gagal jantung bahkan bisa terjadi kematian.

dr. Irmawati, salah seorang Dokter Umum yang bersertifikat Dialisis di RSUD I Lagaligo, mengungkapkan Alat kesehatan yang ada di unit dialisis sudah memadai untuk digunakan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Untuk pengembangan layanan di unit dialisis RSUD I Lagaligo yaitu akan adanya layanan terbaru Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).

“ Layanan CAPD ini adalah suatu proses dialisis di dalam rongga perut, dimana peritoneum sebagai membran semi permeable berfungsi sebagai tempat yang dilewati cairan tubuh dan racun sisa hasil metabolisme tubuh yang akan dibuang “ terang dr.Irmawati, Rabu (16/08/2023).

“ Pengobatan ini lebih praktis dan efisien dibanding hemodialisis atau cuci darah yang mengharuskan pasien meluangkan banyak waktu, tenaga dan biaya untuk datang ke rumah sakit. Sebaliknya dengan metode ini, proses dialisis dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien di rumah atau di manapun berada. Dengan adanya layanan CPAD diharapkan kita tidak lagi merujuk pasien kerumah sakit lain “ Imbuh dr.Irmawati. (ikp-humas/kominfo-sp)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bupati Luwu Timur Lepas Peserta Karnaval Budaya HUT Desa Sorowako

AMPI Lutim Ajak Masyarakat Towuti Tingkatkan Pola Hidup Sehat

Dinkes Lutim Buat Hand Sanitizer dan Desinfektan

Luar Biasa, Guru dan Siswa Harumkan Nama Luwu TImur

Hari Ini, Nur Husain dan Esra Lamban Deklarasikan Diri

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Peserta Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Sawit, Field Trip ke PTPN XIV Luwu 2
Next Article FGD Penyusunan Masterplan Pengembangan dan Penataan Kota/Kabupaten Prioritas Kab. Lutim Tahun 2023

You Might Also Like

Luwu Timur

Evaluasi Smart City Lutim, Desa Sorowako Layak Jadi Percontohan Smart Village

12 Maret 2020
Luwu Timur

Bupati Luwu Timur : Jadikan Puasa Sebagai Motivasi Tingkatkan Produktifitas Kerja

3 April 2022
Luwu Timur

Sekda Lutim Buka Popda Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Luwu Timur

14 Juni 2022
Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Rektor Baru Unanda

19 Februari 2022
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?