Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Mattemmu La Hoja: Harmoni Doa, Tradisi, dan Identitas Luwu
Budaya

Mattemmu La Hoja: Harmoni Doa, Tradisi, dan Identitas Luwu

Redaksi
Redaksi Published 21 Januari 2025
Share
3 Min Read
Kegiatan Mattemmu Lahoja merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan Hari Jadi Luwu ke 757 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke 79. (Sumber: Dinas Kominfo Palopo)
SHARE

Nuansa sakral menyelimuti SalassaE Istana Kedatuan Luwu, cahaya lampu memantul lembut pada dinding istana, mempertegas aura sakral tradisi yang telah hidup berabad-abad. Pada Senin, 20 Januari 2025, tradisi Mattemmu La Hoja kembali digelar. Acara ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi napas yang terus menghidupkan nilai-nilai luhur masyarakat Luwu.

Contents
Jejak Sejarah yang HidupDoa untuk Masa DepanSimbol Kebersamaan

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palopo, Magfirani Massa, hadir mewakili Penjabat Wali Kota Palopo, bersama para tokoh adat, agama, dan masyarakat. Malam itu, semua mata tertuju pada sembilan ulama yang bersiap memulai tugas mereka—melantunkan doa-doa suci dalam tradisi Maddoja Roja atau berjaga semalam suntuk.

Jejak Sejarah yang Hidup

Mattemmu La Hoja bukan sekadar pembacaan doa. Tradisi ini memiliki aturan sakral yang diwariskan oleh Datuk Sulaiman kepada Datu Luwu. Selama pembacaan ayat suci Alquran, sembilan ulama yang bertugas tidak diizinkan berbicara kecuali melantunkan ayat-ayat yang telah ditentukan. Jika salah satu melanggar, seluruh rangkaian doa harus diulang dari awal.

Keheningan menyelimuti istana saat doa dimulai. Setiap lantunan ayat menghadirkan getaran spiritual yang mendalam, seolah menghubungkan masa kini dengan sejarah panjang Kedatuan Luwu. Usai pembacaan doa, para ulama melanjutkan dengan salat berjamaah dua rakaat, sebelum menutup ritual dengan tradisi makan manisan bersama.

Doa untuk Masa Depan

Tradisi ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga menyuarakan harapan untuk masa depan. Mattemmu Lahoja adalah doa kolektif, sebuah pengharapan bagi keselamatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Luwu. “Ini adalah bagian dari identitas kita sebagai orang Luwu,” ujar salah seorang tokoh adat yang hadir malam itu.

Yang Mulia Cenning Luwu, Andi Sitti Huzaimah Opu Dg. Ripajung, bersama Putri Cenning Luwu, Dewan Adat 12, unsur Forkopimda Kota Palopo, serta para tamu undangan lainnya, turut memberikan penghormatan pada tradisi ini. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa warisan budaya ini tetap relevan, bahkan di tengah perubahan zaman.

Simbol Kebersamaan

Ritual Mattemmu La Hoja diakhiri dengan makan manisan bersama, sebuah simbol kebersamaan dan harapan akan kehidupan yang manis di masa depan. Dalam kehangatan malam itu, terlihat bagaimana tradisi mampu mempersatukan berbagai lapisan masyarakat, mengingatkan semua orang bahwa di balik perbedaan, ada kebersamaan yang tak ternilai.

Di Istana Kedatuan Luwu, Mattemmu La Hoja tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga cerminan harmoni antara tradisi, agama, dan identitas masyarakat Luwu. Melalui rangkaian kegiatan Hari Jadi Luwu ke 757 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke 79 ini, diharapkan budaya dan tradisi Luwu dapat dilestarikan, dan melalui lantunan doa-doa suci dan kehangatan kebersamaan, tradisi ini terus hidup, menjaga jiwanya dari generasi ke generasi.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Kapolres Lutim: Surat Suara Datang Mendadak dan Tanpa Pengawalan

Satpol PP Pangkep dan Lutra Kunker di Kabupaten Luwu Timur

Sekda Luwu Timur Harapkan PNS Purna Tugas Tetap Berkarya Untuk Daerah

Pelamar CPNS di Lutim Capai 504 Orang

Besok, Panwas Laporkan Pemalsuan Tandatangan Warga

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Penandatanganan PKS PT Aserra dan Pemkab Luwu Timur Ditunda
Next Article Tudang Ade’: Rangkaian Peringatan Hari Jadi Luwu ke-757 dan Perlawanan Rakyat Luwu ke-79

You Might Also Like

Luwu Timur

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Berlangsung khidmat, Wabup Akbar Apresiasi Paskibraka

18 Agustus 2024
Ekonomi

Luwu Timur Siapkan Komoditas Unggulan untuk Trade Expo Indonesia 2025

3 Oktober 2025
Luwu Timur

TP PKK Lutim bersama FKCA Gelar Khatam Al-Qur’an Serentak Secara Luring dan Daring

16 Agustus 2024
Luwu Timur

Kades Balantang Presentasikan Keterbukaan Informasi Publik di Hadapan Komisi Informasi Sulsel

7 November 2021
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?