PT Vale Indonesia Tbk mempercepat pembangunan Sorowako Limonite Ore Project (Sorlim) sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional.
Hingga Maret 2026, progres konstruksi proyek ini telah mencapai 42 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2027. Proyek Sorlim menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan bijih nikel kadar rendah agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.
PT Vale telah menyelesaikan sejumlah fasilitas pendukung utama, mulai dari stockpile, sediment pond, transfer point, hingga fasilitas pemeliharaan alat berat, perkantoran, dan akomodasi pekerja.
Manager of Construction Sorlim, Ridwan Banda, menegaskan proyek ini dirancang secara terintegrasi untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang.
“Pengembangan Sorlim menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kontribusi Indonesia di rantai pasok energi bersih,” ujarnya.
Selain aspek teknis, PT Vale juga memastikan proyek berjalan selaras dengan prinsip lingkungan. Reklamasi progresif dan perlindungan ekosistem tetap dilakukan seiring pembangunan proyek.
Dengan pendekatan tersebut, Sorlim tidak hanya menjadi proyek industri, tetapi juga simbol transformasi pertambangan menuju praktik yang lebih berkelanjutan.




