DPRD Luwu Timur meminta agar harga gabah di tingkat petani tetap stabil di kisaran Rp7.000 per kilogram hingga akhir musim panen.
Permintaan tersebut disampaikan Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, saat turun langsung menemui petani di Desa Pongkeru, Minggu (03/05/2026).
Dalam kunjungannya, Firman memastikan kondisi harga di lapangan sekaligus menyerap aspirasi petani terkait proses pembelian gabah.
Ia menilai stabilitas harga menjadi faktor penting untuk menjaga kesejahteraan petani, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi.
“Harga harus tetap dijaga. Petani berhak menikmati hasil kerja kerasnya,” tegas Firman.
Menurutnya, harga Rp7.000 per kilogram saat ini sudah cukup baik dan perlu dipertahankan agar petani tidak dirugikan saat panen berlangsung.
Firman juga mengapresiasi peran pemerintah daerah, Bulog bersama mitranya, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Babinsa yang ikut mengawal proses pembelian gabah di lapangan.
Ia menilai sinergi tersebut penting untuk memastikan harga tetap sesuai dan tidak terjadi penurunan yang merugikan petani.
Lebih lanjut, Firman menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di Luwu Timur, dengan sebagian besar warga menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
Karena itu, ia mendorong peningkatan dukungan pemerintah, khususnya dalam penguatan infrastruktur pertanian agar distribusi dan pemasaran hasil panen berjalan lebih efisien.
Firman berharap kebijakan yang berpihak pada petani dapat terus diperkuat sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.
“Kalau petani sejahtera, Luwu Timur pasti juara,” pungkasnya.



