Sambil Pantau Pemberian Insentif Petugas Keagamaan, Husler Juga Bagikan Masker

2 Min Read

LUTIM – Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler memantau langsung pelaksanaan pemberian insentif bagi petugas keagamaan seperti imam masjid, guru mengaji, guru sekolah minggu, guru pasraman dan tenaga keagamaan lainnya yang bertugas di wilayah Kecamatan Malili.

Pemberian insentif petugas keagamaan itu dilakukan dihalaman Kantor Camat Malili, Selasa (21/04/2020). Turut menyaksikan Camat Malili, Nur Saifullah, Kabag Kesra, Arsyad dan Kabag Humas dan Protokol, Muhammad Rizki Alamsyah.

Pemberian insentif itu senilai Rp. 1.050.000 yang diterima setiap triwulan. Untuk pembayaran insentif ini peruntukannya untuk bulan Januari, Februari dan Maret. Ia berharap bantuan insentif ini dapat dimanfaatkan mengingat situasi pandemi corona semua serba sulit.

“Untuk petugas keagamaan khususnya umat Islam, tentu sangat bermanfaat dalam menyambut bulan puasa yang tinggal beberapa hari lagi,” jelasnya.

Selain memberikan gaji bagi petugas kegamaaan, Husler juga menyempatkan mengkampanyekan gerakan wajib menggunakan masker bila berada di luar rumah dan mengingatkan agar tetap menjaga jarak selama proses pencairan insentif.

“Gunakan ki selalu masker kalau berada ki diluar rumah. Kalau bisa, tetap dirumah saja jika tidak ada hal yang mendesak. Selesai terima insentifnya langsung pulang ya,” imbau Husler.

Menurutnya, memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat termasuk petugas keagamaan agar untuk mengajak masyarakat melindungi dirinya dari bahaya virus corona dengan tetap menggunakan masker bila berada diluar rumah.

Terkait program wisata religi bagi petugas keagamaan, Husler berharap semuanya bersabar dan berdoa semoga pandemi corona ini segera berakhir dan situasi bisa kembali normal. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.