Sejumlah Proyek Bermasalah Terungkap di Evaluasi DPRD Lutim

Asdhar
2 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Reses evaluasi pelaksanaan kegiatan fisik tahun 2015 berlangsung diaula kantor camat Angkona, Selasa (26/7/16). Kegiatan tersebut dipimpin wakil ketua DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM.

Dalam evaluasi itu terungkap sejumlah proyek fisik tahun anggaran 2015 lalu disoal oleh masing – masing Kepala Desa (Kades) dikecamatan Angkona yang hadir.

Seperti, pembangunan pasar desa Mantadulu, rehab jaringan jides poktan mulya desa Balirejo, dan pembangunan drainase kompleks kantor desa dan pasar desa Mantadulu.

Kades Mantadulu, Melda Bambang Ramli mengatakan, lantai WC pada pasar desa Mantadulu sudah terlihat jebol dan atap ikut bolong.

“Sebelum di PHO (provisional hand over) saya persoalkan namun tidak diindahkan oleh kontraktornya,” ungkap Melda Bambang.

Selain itu, drainase kompleks kantor desa dan pasar desa Mantadulu senilai Rp200 juta juga tidak sesuai peruntukannya. “Harusnya drainase ini berada dikompleks pasar desa tetapi kenyataannya telah dibangun didusun Mettasari,” ungkapnya.

Kades Balirejo, Ketut Artawan mengatakan, rehab jaringan jides poktan mulya desa Balirejo senilai Rp296 juta telah jebol dan retak.

“Ini sudah diperbaiki tetapi kembali jebol,” ungkap Ketut dihadapan HM Siddiq BM, yang didampingi Andi Endi B Shin Go, Efraem, Hj Suharjo dan Suardi Ismail.

Menanggapi hal itu, Wakil ketua DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM meminta kepada dinas pendapatan untuk tidak mencairkan proyek yang tidak memiliki papan proyek dan direksi keet karena ini merupakan salah satu prosedur pelaksanaan kegiatan.

Ia menambahkan, di Mahalona, kecamatan Towuti juga terdapat sejumlah proyek yang tidak mempunyai papan proyek. “Kasihan sekali ini kondisi, maaf ini, jangan sampai pemberi proyek dan pelaksana bersekongkol ini,” tegasnya.

Legislator partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini berharap agar kepala desa senantiasa kritisi setiap pekerjaan yang dinilai tidak sesuai didesanya dalam rangka perbaikan daerah tersebut.

Sementara itu, legislator PPP, Andi Endi B Shin Go mengatakan, dana yang digunakan membangun merupakan hak dari masyarakat sehingga diharapkan dana itu betul – betul berujung pada sasaran untuk kesejahteraan masyarakat.

“Ini merupakan tanggung jawabta semua, ajakki masyarakatta pak desa dan perlihatkan kalau ini adalah uang mereka sehingga perlu dikawal bersama,” ungkap Endi.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser