Seorang Guru SD di Bajo Diduga Hamili Orang Sakit Jiwa

Asdhar
1 Min Read

Rh (Inisial) seorang guru Sekolah Dasar (SD), berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten dilaporkan ke unit Pengaduan Perempuan dan Anak (PPA) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Luwu.

Pria yang beralamat di Desa Buntu Babang, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu ini dilaporkan ke Polisi setelah diduga melakukan persetubuhan terhadap seorang perempuan Melati (nama samaran) yang dimenderita gangguan jiwa (Gila).

Perbuatan Rh ini dilakukan beberapa kali hingga Melati hamil. Penyidik Kepolisian Polres Luwu masih melakukan penyelidikan atas kasus ini.

Kapolres Luwu, AKBP Alan Gerrit Abast yang dikonfirmasi luwuraya.com, Jumat (17/5/13) membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban atas tindak pidana yang dilakukan pelaku.

“Laporannya sementara dalam proses lidik oleh unit PPA,” kata Alan.

Sementara itu, Kepala Desa Buntu Babang, Sumana tidak membantah kasus tersebut, Sumana menjelaskan peristiwa tersebut dilakukan atas dasar suka-sama suka dan kedua belah pihak sudah sepakat akan menyelesaikannya secara kekeluragaan. Menurutnya, korban memang mengalami sakit jiwa kambuhan.

“Korban bersedia menarik laporannya dengan syarat pelaku harus menikahinya sesuai aturan hukum yang berlaku, korban juga mengalami gangguan jiwa kambuhan, dan tidak parah,” kata Sumana.(*)

Haswadi

 

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.