LUWURAYA.COM — Sistem ganjil-genap pengisian BBM subsidi yang mulai diterapkan di Luwu Timur belum mengatasi panjangnya antrean warga di SPBU. Pantauan di SPBU Ussu, Kecamatan Malili, Senin (14/9/2026), masih menunjukkan kendaraan mengantre hingga ke badan jalan.
Kondisi tersebut terlihat saat Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam melakukan pemantauan penerapan sistem ganjil-genap di SPBU Ussu dan SPBU Malili.
Meski antrean masih panjang, kendaraan terlihat mengantre dalam barisan yang lebih teratur. Petugas juga melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang masuk untuk mengisi BBM subsidi.
Sistem ganjil-genap di Luwu Timur mulai diberlakukan sejak 10 September 2026 dan berlaku di seluruh SPBU hingga 30 September.
Kendaraan dengan nomor pelat ganjil dilayani pada tanggal ganjil. Sementara kendaraan dengan nomor pelat genap dilayani pada tanggal genap.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk membantu mengurangi antrean panjang kendaraan di SPBU.
Namun, kondisi di SPBU Ussu pada 14 September menunjukkan antrean masih menjadi persoalan. Barisan kendaraan terlihat memanjang hingga keluar area SPBU dan berada di sisi badan jalan.
Artinya, pembatasan berdasarkan nomor pelat belum serta-merta membuat antrean BBM subsidi menjadi pendek.
Stok Tersedia, Antrean Tetap Terjadi
Gambaran berbeda terlihat di SPBU Bendungan Asuli, Kecamatan Towuti. Personel Polsek Towuti melakukan patroli dan pemantauan terhadap antrean, pelayanan, serta ketersediaan stok BBM di SPBU tersebut.
Hasil pemantauan Polsek Towuti menyebut situasi antrean dan aktivitas pengisian BBM berlangsung aman dan lancar. Stok Pertalite dan Biosolar juga disebut masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat pada hari tersebut.
Saat dilakukan pengecekan, stok di SPBU Bendungan Asuli tercatat 2.637,91 liter Biosolar, 16.506,88 liter Pertalite, 5.381,01 liter Pertamax, dan 759,88 liter Dexlite.
SPBU Bendungan Asuli melayani masyarakat mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WITA.
Warga Diminta Patuhi Aturan
Sementara itu, Irwan juga memastikan penerapan ganjil-genap berjalan sesuai ketentuan.
Ia meminta petugas memeriksa kesesuaian nomor pelat, surat kendaraan, dan barcode sebelum kendaraan melakukan pengisian BBM.
Irwan menegaskan tidak boleh ada upaya memanfaatkan celah aturan, termasuk mengganti atau memanipulasi tanda nomor kendaraan agar dapat mengisi BBM pada hari yang tidak sesuai.
“Tidak ada toleransi, semua harus sesuai ketentuan, mematuhi ketentuan sistem ganjil-genap. Jadi sebelum memasuki SPBU agar dicek baik-baik surat-surat mereka, apakah sudah sesuai dengan pelat yang terpasang,” tegas Irwan.
Bupati juga meminta pengawasan terhadap kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran BBM. Frekuensi kedatangan kendaraan tersebut diminta dibatasi agar tidak setiap hari mengambil BBM dan mengurangi kesempatan masyarakat lainnya mendapatkan pelayanan.
Sebelum meninggalkan lokasi, Irwan meminta Pengawas SPBU, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan yang terlibat dalam pengawasan terus memastikan aturan diterapkan secara konsisten.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

