Sindir PLN, Warga Malili Ini Mengaku Peringati Earth Hour Tiap Hari

Asdhar
2 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Kinerja PT PLN terkait pelayanan listrik di Luwu Timur terus mendapat sorotan. Pasalnya, pemadaman listrik yang terjadi di daerah ini kian intens dilakukan oleh PT PLN, terlebih lagi pemadaman ini dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Sorotan kali ini datang dari sejumlah elemen masyarakat di Luwu Timur yang justru mengaitkan kinerja PT PLN itu dengan kampanye Program Earth Hour yang akan jatuh pada Sabtu (28/3/15) besok.

Askar Amin, salah seorang warga Malili mengaku peringatan Earth Hour tidak perlu digelar di Kabupaten Luwu Timur, besok. Pasalnya, dia menilai hampir setiap harinya masyarakat di Luwu Timur sudah mengalami pemadaman listrik, bahkan terkadang dengan intensitas waktu lebih dari sejam lamanya, lebih tinggi dari waktu pemadaman listrik yang dikampanyekan oleh komunitas Earth Hour, takni satu jam lamanya.

“Tidak perlu kami dihimbau untuk ikuti kampanye Earth Hour, tiap hari listik memang padam di Luwu Timur ini, sudah bertahun-tahun lamanya,” ujar Askar.

Dia menyebutkan, pemadaman listrik di Luwu Timur ini sudah seperti dosis konsumsi obat, dimana sudah seperti hal biasa dialami oleh masyarakat. “Sudah kayak minum obat, pagi padam, siang padam lagi, malam juga padam,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sindiran Askar ini ditujukan kepada PT PLN yang dinilai tidak kunjung memperbaiki pelayanan listriknya di Luwu Timur. Kondisi pemadaman listrik yang terjadi hampir tiap harinya ini sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Tidak terhitung lagi jumlah aksi demonstrasi bahkan dialog dengan PT PLN untuk mempertanyakan hal itu, namun kondisi kelistrikan di Lutim tidak kunjung mengalami perbaikan.

Kampanye Earth Hour yang akan diperingati Sabtu besok dianggap sebagai ironi kondisi kelistrikan di Luwu Timur, dimana masyarakat di daerah ini juga kerap diajak untuk mengikuti kampanye memadamkan lampu selama satu jam lamanya mulai pukul 20.30 sampai 21.30 Wita.

“Apanya lampu yang mau dipadamkan kalau sudah padam memang mi dari PLN,” ujar Muhdar, warga Malili lainnya menimpali.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser