Prestasi membanggakan datang dari UPT SMPN 1 Mangkutana. Salah satu siswinya, Grecia Anugrah Payangan, berhasil mencetak nilai 100 dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) Nasional 2026 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Capaian tersebut terasa spesial karena nilai 100 TKA Nasional termasuk hasil yang sangat jarang diraih. Selain itu, Grecia berhasil mencatat hasil jauh di atas rata-rata nasional.
Siswi kelas IXA itu memperoleh predikat Baik-Istimewa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Nilai Grecia Jauh di Atas Rata-Rata Nasional
Prestasi Grecia semakin menarik jika dibandingkan dengan data nasional.
Rata-rata nilai TKA Nasional jenjang SMP untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia tercatat berada di angka 60,83.
Artinya, nilai 100 TKA Nasional yang diraih Grecia berada hampir 40 poin di atas rerata nasional.
Perbedaan tersebut menunjukkan kemampuan literasi dan pemahaman akademik siswa di SMPN 1 Mangkutana mampu bersaing di tingkat nasional.
Kepala UPT SMPN 1 Mangkutana, Rudi Ancong, mengatakan capaian tersebut lahir dari proses belajar yang panjang.
Menurutnya, kerja keras siswa dan sistem pembinaan sekolah ikut mendorong lahirnya prestasi tersebut.
“Meraih nilai 100 di skala nasional adalah pembuktian yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan bimbingan yang tepat, murid dari Mangkutana mampu berdiri di podium tertinggi akademis nasional,” ujarnya.
Selain itu, pihak sekolah berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus meningkatkan kemampuan akademik.
Prestasi Diharapkan Jadi Motivasi Siswa Lain
Keberhasilan Grecia tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga kebanggaan bagi dunia pendidikan di Luwu Timur.
“Terima kasih kepapa orang tua,. guru, dan semua pihak yang telah menduku dan mendoakan,” ujar Grace.
Prestasi akademik seperti ini juga menunjukkan bahwa siswa dari Luwu Timur mampu bersaing dan mencetak hasil terbaik di tingkat nasional.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

