KOLAKA – Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Iwoimenda, Kolaka, Sulawesi Tenggara, memperkenalkan manfaat mengkonsumsi daun kelor, dalam mencegah stunting. Stunting sendiri adalah pertumbuhan anak atau balita yang lambat atau tidak berkembang.
Hardiyanti, TPG Puskesmas Iwoimenda, mengatakan stunting dapat dicegah dengan cara memenuhi kebutuhan gizi ibu selama hamil. Sebab kata dia, stunting tidak dapat diobati seperti penyakit pada umumnya, namun dapat dicegah.
“Dengan memperbanyak makan buah, serta sayur-sayuran yang mempunyai nilai gizi yang tinggi, salah satunya daun kelor. Tanaman ini mempunyai nilai gisi yang sangat tinggi di bandingkan dengan tanaman sayuran yang lain,” kata Hardiyanti, pada saat melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting, di Desa Watumelewe, Kecamatan Wolo, Kolaka.
Kelor kata hardiyanti, bisa tumbuh di pekarangan rumah atau kebun warga. Untuk itu, dia meminta agar warga bisa membudidayakan tanaman ini, dan rajin mengkonsumsinya.
Dia mengajak seluruh masyarakat Desa Watumelewe, untuk aktif mencegah terjadinya stunting, akibat asupan gizi yang kurang.
Adapun Hamdian, Kepala Desa Watumelewe, mendukung peran Puskesmas Iwoimenda, yang aktif mensosialisasikan bahaya serta cara pencegahan stunting.
“Tentu program seperti ini perlu didukung dan disupport. Kami selaku Pemerintah Desa, berharap apa yang telah dipaparkan tadi, bisa dilaksanakan dengan baik,” kata Hamdian.
Damrin Kurufi
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

