Kemandirian pangan Lutim menjadi salah satu fokus pembangunan daerah pada 2025 dan 2026. Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan ketahanan pangan melalui berbagai program strategis.
Pemerintah daerah tidak hanya mengejar peningkatan produksi pangan. Namun, pemerintah juga memperkuat infrastruktur, teknologi pertanian, kapasitas petani, serta dukungan kepada nelayan dan pembudidaya perikanan.
Kepala Bappeda Luwu Timur, Kamal Rasyid, mengatakan kemandirian pangan tidak hanya diukur dari jumlah produksi yang dihasilkan setiap tahun.
Menurutnya, daerah juga harus mampu menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.
“Karena itu pendekatan yang dilakukan tidak hanya pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga memperkuat infrastruktur, teknologi, kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap sektor-sektor pendukung lainnya,” kata Kamal.
Infrastruktur dan Teknologi Jadi Fondasi
Untuk memperkuat kemandirian pangan Lutim, pemerintah daerah membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi tersier sepanjang 3.149 meter pada 2025. Jaringan irigasi tersebut tersebar di sejumlah sentra pertanian pangan.
Selain itu, pemerintah daerah juga membangun dan meningkatkan 98 unit jalan pertanian. Jumlah tersebut terdiri dari 67 jalan usaha tani dan 31 jalan produksi. Total panjang jalan pertanian yang dibangun mencapai 56,4 kilometer dan tersebar di 11 kecamatan.
Keberadaan jalan tersebut memudahkan petani menuju lahan. Selain itu, biaya angkut hasil panen juga dapat ditekan. Pada 2026, pemerintah daerah kembali menargetkan rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 1.400 meter.
Sementara itu, pembangunan dan peningkatan jalan pertanian ditargetkan mencapai 36,4 kilometer.
Pemerintah daerah juga memperkuat mekanisasi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian.
Sepanjang 2025, kelompok tani menerima lima unit combine harvester, 11 traktor roda empat, 25 hand traktor, lima rice transplanter, dan dua cultivator.
Selain alsintan, pemerintah daerah menyalurkan bibit unggul tanaman pangan dan perkebunan kepada kelompok tani.
Berdasarkan data pemerintah daerah, produksi padi Luwu Timur pada 2025 mencapai 184.675 ton. Sementara itu, produksi jagung mencapai 22.926 ton.
Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan produksi padi meningkat hingga 250 ribu ton.
Petani dan Nelayan Jadi Penggerak Utama
Kemandirian pangan Lutim juga bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah terus meningkatkan kapasitas petani dan nelayan.
Sepanjang 2025, sebanyak 50 petani dan penyuluh pertanian mengikuti pelatihan dan pendampingan. Program tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan budidaya, penggunaan teknologi, dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Selanjutnya, pelatihan akan berlanjut pada 2026 dengan fokus pada pertanian modern dan digital.
Di sektor perikanan, pemerintah daerah menyalurkan delapan unit prasarana rumput laut kepada kelompok pembudidaya. Selain itu, sebanyak 10 kelompok pembudidaya rumput laut menerima bantuan pada 2025. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 17 kelompok pada 2026.
Pemerintah daerah juga memberikan bantuan sarana penangkapan ikan kepada 18 kelompok nelayan. Pada 2026, jumlah penerima manfaat ditargetkan meningkat menjadi 24 kelompok nelayan.
Menurut Kamal, sektor perikanan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Selain menyediakan sumber protein, sektor tersebut juga menjadi sumber penghasilan bagi warga pesisir.
Melalui pembangunan irigasi, jalan pertanian, bantuan alsintan, bibit unggul, pelatihan petani, hingga dukungan kepada nelayan, pemerintah daerah berharap kemandirian pangan Lutim semakin kuat.
Dengan strategi tersebut, pemerintah daerah tidak hanya menargetkan peningkatan produksi. Namun, pemerintah juga ingin memperkuat kesejahteraan petani dan nelayan serta menjaga ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

