Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama tim gabungan bergerak cepat mengamankan masyarakat di tengah kepungan banjir.
Petugas langsung melakukan evakuasi massal terhadap warga yang terjebak luapan air di Desa Tingkara, Kecamatan Malangke, Sabtu (23/5/2026).
Langkah penyelamatan ini terpaksa dilakukan setelah debit air dari hulu terus meningkat drastis hingga mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
Berdasarkan data asesmen sementara, sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) atau sekitar 20-an jiwa dari tiga wilayah dusun terdampak kini telah berhasil diungsikan.
Seluruh pengungsi yang berasal dari Dusun Pangandaran, Dusun Buloi, dan Dusun Tingkara tersebut kini ditempatkan di Kantor Desa Tingkara.
Ketinggian Air Capai Leher Orang Dewasa di Malangke
Kondisi bencana di wilayah Kecamatan Malangke dilaporkan terus memburuk dan mencapai puncaknya pada akhir pekan ini.
Warga setempat menyebutkan bahwa riak debit air sungai sebenarnya sudah mulai merangkak naik sejak Selasa (19/5/2026) lalu.
Melalui tinjauan visual di lapangan, ketinggian banjir di sejumlah titik pemukiman warga bahkan terpantau telah mencapai leher orang dewasa.
Situasi darurat ini membuat Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara, Agunawan, memimpin langsung operasi penyelamatan di lokasi.
Operasi kemanusiaan berskala besar tersebut melibatkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD, PMI, serta personel Basarnas.
Selain itu, petugas juga mendatangi rumah ke rumah untuk membujuk warga yang bertahan agar bersedia dievakuasi ke posko.
“Sesuai dengan arahan Bapak Bupati, fokus utama kita saat ini adalah keselamatan warga. Kami juga mendirikan dapur umum untuk menjamin konsumsi para pengungsi,” ujar Agunawan.
Bupati Turun Langsung Salurkan Paket Sembako di Baebunta
Sementara itu, pada hari yang sama, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, juga turun langsung meninjau korban banjir di lokasi berbeda.
Bupati mengunjungi masyarakat terdampak di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati menyalurkan langsung bantuan darurat berupa paket sembako, perlengkapan tidur, hingga baby kit untuk kebutuhan balita.
Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bukti nyata atensi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Tak berhenti di situ, pada sore harinya Bupati langsung memimpin Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Dampak Banjir secara terpadu di posko utama.

