Kreasi Tas Bermotif Luwu Raya, Mahasiswa UNCP Kembangkan Bisnis Kreatif

Asdhar
4 Min Read
Penjualan tas Lurcbag secara langsung di lapangan Pancasila Palopo
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM – Bagaimana jika motif budaya Luwu Raya tidak hanya menjadi bagian dari ornamen tradisional, tetapi ikut dibawa ke jalan, kampus, tempat kerja, bahkan ke luar daerah?

Gagasan itulah yang coba diwujudkan mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) melalui LURCBAG (Luwu Raya Culture Bag). Mereka mengembangkan tas dan aksesori dengan sentuhan motif serta ornamen khas Luwu Raya, lalu mengemasnya menjadi produk yang lebih modern dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Bagi tim LURCBAG, tas bukan sekadar barang untuk membawa sesuatu. Ada identitas daerah yang ingin ikut dibawa di dalamnya.

Produk yang dikembangkan antara lain tote bag, sling bag, dan pouch dengan berbagai desain. Motif budaya Luwu Raya menjadi salah satu unsur utama yang memberi karakter pada produk tersebut.

Gagasan itu kemudian berkembang menjadi usaha yang mulai menunjukkan hasil. Setelah mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026, LURCBAG mengalami peningkatan penjualan dari sekitar 15 pcs menjadi 60 pcs per bulan.

Omzet yang sebelumnya sekitar Rp525 ribu per bulan kini mencapai Rp3 juta per bulan.

Perubahan tersebut tidak datang hanya dari bertambahnya jumlah produk yang terjual. Tim LURCBAG juga melakukan pembenahan pada kualitas bahan, desain, jahitan, kemasan, branding, hingga strategi pemasaran.

Dari Motif Budaya Menjadi Produk yang Dipasarkan

Sebelum mendapat pembinaan P2MW, pemasaran LURCBAG masih mengandalkan cara sederhana seperti WhatsApp Story, Instagram pribadi, dan brosur.

Kini, strategi tersebut mulai diperluas. Tim menggunakan akun instagram resmi @lurc_bag, katalog digital, Instagram Reels, TikTok, banner pada kegiatan pameran, hingga mencoba fitur iklan digital.

Perubahan cara pemasaran itu membuat LURCBAG tidak hanya menjual sebuah tas, tetapi juga menawarkan cerita di balik produk.

Katalog produk Lurcbag

“Kami tidak hanya ingin menjual tas. Kami ingin setiap produk membawa cerita dan identitas Luwu Raya ke mana pun produk itu digunakan.”

Pendekatan tersebut membuat pasar yang dibidik ikut berkembang. LURCBAG menyasar mahasiswa, pekerja muda, komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap budaya lokal, hingga kebutuhan kegiatan kampus dan organisasi.

Pesanan custom juga mulai dikembangkan sebagai salah satu peluang untuk menciptakan penjualan berulang.

Dari sisi harga, produk LURCBAG juga mengalami perubahan. Harga rata-rata yang sebelumnya sekitar Rp35 ribu kini berada di kisaran Rp50 ribu per produk. Kenaikan itu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan pengemasan produk.

P2MW menjadi salah satu ruang bagi tim untuk melakukan perubahan tersebut. Di bawah bimbingan Andi Jumardi, mahasiswa mendapatkan penguatan dalam pengembangan produk, kewirausahaan, pemasaran digital, pengelolaan keuangan sederhana, hingga jejaring produksi.

Tidak Sekadar Menjual Tas

LURCBAG kini juga menyiapkan pengembangan produk lain. Pouch, dompet bermotif budaya, hingga paket merchandise khas Luwu Raya masuk dalam rencana pengembangan usaha.

Tujuannya bukan sekadar memperbanyak jenis produk, tetapi membuka lebih banyak cara bagi identitas budaya Luwu Raya untuk hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah banyaknya produk fesyen yang bersaing di pasar, pendekatan berbasis identitas lokal menjadi pembeda yang coba dipertahankan LURCBAG.

Motif budaya menjadi pintu masuknya. Kreativitas menjadi cara mengemasnya. Sementara pemasaran digital menjadi jalan untuk memperkenalkannya kepada konsumen yang lebih luas.

Bagi tim LURCBAG, capaian penjualan 60 pcs per bulan dan omzet Rp3 juta bukanlah akhir dari perjalanan. Angka tersebut justru menunjukkan bahwa produk yang membawa identitas lokal tetap memiliki peluang ketika dikembangkan dengan kualitas dan strategi yang tepat.

Bukan hanya untuk dilihat atau dikenang, tetapi untuk dipakai, dipasarkan, dan menjadi bagian dari usaha yang dibangun generasi muda.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser