Tidak mendapat jatah kursi atau tempat duduk usai dilantik menjadi anggota DPRD Luwu Timur, Legislator partai Gerindra, Sarkawi A Hamid protes. Bahkan protes ini akan berlanjut dan mempertanyakan kualitas kerja panitia pelantikan pada sidang pleno yang akan datang.
“Saya akan pertanyakan kualitas kerja panitia pada pleno akan datang, kenapa bisa terjadi seperti ini, ada nama saya tetapi tidak ada kursi padahal sebelumnya gladi sudah dilakukan,” ungkap Sarkawi.
Dirinya menilai, panitia pelantikan tidak profesional dalam mengatur kegiatan tersebut padahal, kata Mantan Ketua DPRD ini, kegiatan pelantikan seperti ini sangat sakral dan hanya dilakukan sekali dalam lima tahun.
“Kegiatan ini sangat sakral dan anggarannya juga tidak main-main Pak, tapi kok kerjanya seperti ini” ungkap Sarkawi.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur menggelar sidang paripurna istimewa di ruang rapat paripurna, Rabu (27/8/14) sekitar pukul 10.00 wita pagi tadi.
Sementara paripurna istimewa ini dilakukan dalam rangka pengambilan sumpah dan
pelantikan 30 Anggota DPRD terpilih masa bakti 2014-2019 yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Malili, Teguh Santoso.(*)
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

