LUWURAYA.COM — Sekilas, suasana di Lapangan Gaspa, Kota Palopo, Sabtu (22/8/2026) sore, seperti mempertemukan dua kelompok yang sedang berhadapan. Namun, kali ini TNI dan polisi tidak sedang menjalankan operasi ataupun mengamankan suatu kegiatan.
Mereka justru bertemu dalam pertandingan sepak bola persahabatan. Satu tim dari Kodim 1403/Palopo berhadapan dengan tiga tim dari jajaran Polres di Luwu Raya, yakni Polres Palopo, Polres Luwu, dan Polres Luwu Utara.
Pertandingan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Meski tetap kompetitif di lapangan, para peserta mengedepankan sportivitas dan kekeluargaan.
Kegiatan ini diinisiasi Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro. Selain menjadi ajang olahraga, pertandingan tersebut dirancang sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi antarpersonel TNI dan Polri di wilayah Luwu Raya.
Bukan Sekadar Pertandingan Sepak Bola
Kapolres Palopo AKBP Arvin Hariyadi mengatakan olahraga bersama dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan personal yang lebih dekat sekaligus memperlancar komunikasi antarinstitusi.
Menurutnya, pertemuan dalam suasana informal seperti pertandingan olahraga memberikan ruang bagi personel TNI dan Polri untuk saling mengenal di luar rutinitas kedinasan.
“Olahraga bersama ini bukan hanya tentang pertandingan atau mencari kemenangan, tetapi yang paling utama adalah bagaimana kita membangun kebersamaan, komunikasi, dan soliditas antara TNI dan Polri,” ujar Arvin.

Ia menilai hubungan yang baik antarinstitusi menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan tugas, terutama ketika TNI dan Polri harus berkoordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dengan komunikasi yang baik dan sinergitas yang kuat, saya yakin berbagai tantangan dalam menjaga kamtibmas dapat kita hadapi bersama. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan di antara kita,” katanya.
Pertandingan berlangsung meriah. Para pemain dari empat tim terlihat saling beradu kemampuan, tetapi suasana kompetitif tersebut tidak menghilangkan nuansa persahabatan yang menjadi tujuan utama kegiatan.
Arvin menegaskan, perbedaan tugas dan seragam tidak mengubah tujuan utama kedua institusi, yakni memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kita boleh berbeda seragam dan tugas, tetapi tujuan kita sama, yaitu memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Sinergitas dan kekompakan seperti ini harus terus kita jaga,” ujarnya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

