Quantcast
HEADLINE TOPIK:
6 Fraksi DPRD Lutim sampaikan Pemandangan Umum Terhadap RAPBD Perubahan Tahun 2020
Senin,7 September 2020 | 16:18 WITA |

LUTIM — Paripurna dalam rangka pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Luwu Timur digelar. Senin (07/09/2020).

I Made Sariana Juru Bicara Fraksi Nasdem, mengharapkan kepada Pemerintah daerah untuk lebih transparan, akuntabel dan produktif terhadap upaya optimalisasi anggaran dan penanganan Covid-19 di Luwu Timur.

Perlu diakomodir agar sistem evaluasi dapat dilakukan secara komperehensif untuk menghasilkan kebijakan yg terarah.

Pengelolaan dana transfer agar digunakan maksimal untuk pelaksanaan program pembangunan.

Andi Surono Juru Bicara Fraksi PAN mengatakan, belanja daerah diharapkan dapat memberikan efek multiplier bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Rully Heryawan Juru Bicara Fraksi Hanura mengatakan program yang sudah disosialisasikan pada saat reses APBD TA 2020 yang sempat tertunda karena pandemi covid19 agar menjadi prioritas dan dimasukkan kembali pada APBD-P Tahun Anggaran 2020.

Selain itu, Fraksi Hanura juga meminta pembangunan kantor camat wotu agar menjadi perhatian serius pemda mengingat kantor tersebut adalah tempat pelayanan publik.

Juru Bicara Fraksi PDI perjuangan, Ober Datte mengatakan fraksinya meminta agar seluruh kebijakan refocusing dan realokasi anggaran yang dilakukan saat awal pandemi covid-19 dapat dirasionalisasi dalam APBD Perubahan saat ini dengan tetap berpedoman pada regulasi dan aturan.

Lanjutnya, Fraksi Hanura mendesak agar dilakukan penataan program prioritas yang diarahkan pada program padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja dan merangsang perputaran ekonomi.

I Wayan Suparta juru bicara Fraksi Gerindra, prioritas pembangunan drainase Jalan Nias dan Jalan Ternate Desa Asuli terkait penyebab terjadi banjir. Juga terhadap pembangunan drainase Jalan Komodo Desa Langkea Raya. Perbaikan akses jalan menuju pekuburan desa asuli dan pekuburan desa wawondula kecamatan towuti.

Najamuddin Juru bicara Fraksi Golkar, meminta pemda menindaklanjuti peningkatan saluran tersier BR3 Tomoni Timur yang malah mengakibatkan banjir dan merugikan petani. (*)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.