Langka dan Mahal, Pemkab Luwu Salurkan 8.400 Tabung LPG

Asdhar
3 Min Read
Ilustrasi kelangkaan gas elpiji (CG)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Pemerintah Kabupaten Luwu bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga LPG 3 kilogram yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Melalui Dinas Perdagangan, Pemkab Luwu menyalurkan 8.400 tabung LPG 3 kilogram melalui program pasar murah yang digelar di 15 kecamatan.

Program pasar murah tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2026. Pemerintah memusatkan penjualan di kantor-kantor kecamatan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan LPG bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Ruslang, mengatakan program tersebut menjadi langkah cepat pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan LPG sekaligus menekan harga yang sempat melonjak di tingkat pengecer.

“Pasar murah ini merupakan respons Pemerintah Kabupaten Luwu atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kilogram dan tingginya harga yang terjadi di tingkat pengecer. Kami ingin memastikan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi dengan harga yang sesuai dan pasokan yang tersedia,” kata Ruslang.

Dalam penyalurannya, Pemkab Luwu menyiapkan 560 tabung LPG 3 kilogram di setiap titik penjualan.

Pasar murah tersebut menjangkau 15 kecamatan, yakni Belopa, Belopa Utara, Bajo, Bajo Barat, Kamanre, Ponrang Selatan, Ponrang, Bupon, Bua, Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lamasi, dan Lamasi Timur.

Jika dikalkulasikan, total LPG yang disalurkan selama program berlangsung mencapai 8.400 tabung LPG.

Pemerintah menggandeng agen resmi untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan sesuai aturan.

Warga Wajib Bawa KTP atau KK

Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, pemerintah menerapkan mekanisme pengawasan saat pembelian.

Masyarakat yang ingin membeli LPG 3 kilogram wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Menurut Ruslang, kebijakan tersebut bertujuan mencegah pembelian berulang serta memastikan LPG bersubsidi benar-benar diterima oleh warga yang berhak.

“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan membawa identitas diri saat melakukan pembelian. Langkah ini dilakukan agar distribusi LPG bersubsidi lebih tertib dan tepat sasaran,” ujarnya.

Atasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga

Pemkab Luwu mengakui sejumlah wilayah sebelumnya mengalami kelangkaan LPG 3 kilogram. Kondisi tersebut memicu kenaikan harga di tingkat pengecer dan menjadi keluhan masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah memilih melakukan intervensi melalui pasar murah untuk membantu warga mendapatkan LPG sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain menyalurkan LPG, Pemkab Luwu juga akan terus memantau distribusi gas bersubsidi bersama agen penyalur dan pihak terkait.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus mencegah kembali terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga di lapangan.

Pemerintah berharap program pasar murah ini mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga distribusi LPG bersubsidi tetap berjalan secara adil dan merata.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser