PT Vale Indonesia (PT Vale) bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) memasuki fase baru pertumbuhan bisnis pada tahun 2026 dengan mulai mengoperasikan tiga blok pertambangan secara bersamaan, yakni Sorowako di Sulawesi Selatan, Bahodopi di Sulawesi Tengah, dan Pomalaa di Sulawesi Tenggara.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perusahaan karena menandai ekspansi besar PT Vale di sektor pertambangan nikel nasional.
Dengan tiga wilayah tambang aktif sekaligus, perseroan dinilai semakin siap memperkuat peran dalam rantai pasok industri baterai dan hilirisasi mineral di Indonesia.
Dalam laporan kinerja triwulan pertama 2026, PT Vale menyebut volume produksi dari masing-masing blok mulai ditingkatkan secara bertahap. Perseroan juga mencatat penjualan perdana bijih nikel limonit dari area Pomalaa pada awal tahun ini.
Penjualan tersebut dinilai sebagai langkah strategis karena memperluas portofolio komersial perusahaan, yang sebelumnya lebih banyak bertumpu pada produk nikel matte dari Sorowako. Dengan masuknya penjualan limonit, PT Vale kini memiliki sumber pendapatan baru yang mendukung diversifikasi usaha.
Pada triwulan I 2026, volume penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi tercatat sebesar 886.094 wet metric ton. Sementara Blok Pomalaa membukukan volume penjualan 88.983 wet metric ton.
Manajemen PT Vale menilai aktivasi tiga blok tambang secara simultan akan memperkuat kapasitas pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Selain meningkatkan fleksibilitas bisnis, ekspansi ini juga diyakini mampu menciptakan efisiensi operasional dan memperbesar kontribusi terhadap perekonomian nasional.
CEO dan Presiden Direktur PT Vale Bernardus Irmanto mengatakan perusahaan terus memperluas portofolio bisnis sejalan dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan.
“Pada saat yang sama, kami memperluas portofolio komersial kami melalui dimulainya penjualan limonit dari blok Pomalaa, yang menandai langkah penting dalam memperkuat diversifikasi pendapatan dan meningkatkan keberlanjutan bisnis kami ke depan,” ujarnya.
Dengan beroperasinya Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa secara bersamaan, PT Vale kini berada dalam posisi strategis untuk menangkap peluang kenaikan permintaan nikel global, terutama dari industri kendaraan listrik dan energi bersih.



