Ada info “panas” datang dari UPT SMPN 1 Mangkutana alias Spentana. Sekolah ini sukses mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai Terbaik 2 Rapor Pendidikan tingkat SMP se-Kabupaten Luwu Timur.
Bukan sekadar angka di atas kertas, capaian ini jadi bukti kalau Spentana lagi serius berbenah.
Mulai dari kualitas pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, sampai lingkungan belajar yang makin nyaman dan suportif, semuanya naik level.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, kepada Kepala UPT SMPN 1 Mangkutana, Rudi Ancong. Momen ini jadi semacam “validasi” bahwa kerja-kerja di balik layar selama ini nggak sia-sia.
“Rapor Pendidikan ini menjadi instrumen penting untuk mengukur kualitas layanan pendidikan. Capaian yang diraih hari ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan,” ujar Irwan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan di Luwu Timur.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, baik melalui penguatan kapasitas guru, sarana prasarana, maupun program-program yang mendorong lahirnya generasi unggul,” tambahnya.
Menanggapi hasil ini, Rudi Ancong pun nggak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
“Ini hasil kerja keras bersama, guru, staf, siswa, sampai orang tua. Rapor Pendidikan itu cerminan kualitas kita. Dan bisa ada di posisi kedua se-kabupaten, itu tandanya kita sudah di jalur yang benar,” ujarnya.
Di momen yang sama, salah satu guru mereka, Syahril, juga mendapat kehormatan berupa Satyalancana Karya Satya X Tahun, sebuah penghargaan dari Presiden Republik Indonesia untuk pengabdian selama 10 tahun sebagai ASN.
Buat keluarga besar Spentana, ini bukan cuma soal medali atau piagam. Ini soal dedikasi panjang yang akhirnya mendapat pengakuan.
Suasana makin terasa spesial karena semua ini berlangsung dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Tahun ini, semangat kolaborasi benar-benar terasa, terutama dengan kehadiran para guru dari Mangkutana yang ikut meramaikan kegiatan di Lapangan Gaswo, Wotu, Senin (4/5/2026).
Solidaritasnya terasa, vibes-nya juga beda. Ada energi bahwa pendidikan di Luwu Timur lagi bergerak bareng-bareng, bukan jalan sendiri-sendiri.
Dengan pencapaian ini, Spentana jelas belum mau berhenti. Justru ini jadi “bahan bakar” baru untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Targetnya jelas: melahirkan generasi yang bukan cuma pintar, tapi juga punya karakter kuat.
“Kalau ritmenya terus seperti ini, bukan tidak mungkin tahun depan Spentana naik satu tingkat lagi,” ujar Rudi.





