Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai menyiapkan generasi pemilih masa depan dengan membekali pelajar pemahaman politik sejak dini.
Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), sosialisasi pendidikan politik digelar untuk pelajar SMA/SMK se-Luwu Timur di Aula Kantor Kesbangpol, Senin (04/05/2026).
Kegiatan ini menempatkan pelajar tidak sekadar sebagai peserta didik, tetapi sebagai calon aktor demokrasi yang akan menentukan arah pembangunan ke depan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Luwu Timur, Aini Endis Anrika, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan bahwa peran pemilih pemula sangat strategis dalam sistem demokrasi.
Menurutnya, kualitas demokrasi sangat bergantung pada kualitas pemilih, termasuk generasi muda yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya.
“Suara generasi muda bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi penentu arah kebijakan. Karena itu, pemilih pemula harus memiliki pengetahuan dan kesadaran politik yang baik,” ujarnya.
Empat narasumber hadir memberikan perspektif berbeda terkait demokrasi, yakni Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Harisah Suharjo, Kepala Kesbangpol Salam Latif, Ketua KPU Irfan Lahabu, dan Ketua Bawaslu Pawennari.
Para pemateri tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga mengajak pelajar memahami praktik demokrasi yang sehat, mulai dari proses pemilihan hingga pentingnya pengawasan.
Harisah Suharjo mendorong peserta untuk menjadi agen literasi politik di lingkungan masing-masing, agar semakin banyak generasi muda yang sadar pentingnya memilih secara bijak.
Sementara itu, Salam Latif menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas daerah sekaligus memperkuat kualitas demokrasi.
Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan tidak hanya memahami hak pilih, tetapi juga mampu bersikap kritis, bertanggung jawab, dan aktif dalam kehidupan demokrasi.
Dengan pendekatan edukatif seperti ini, Pemkab Luwu Timur ingin memastikan bahwa masa depan demokrasi daerah berada di tangan generasi muda yang cerdas dan berintegritas.



