Diagendakan Datang ke Belopa, SYL Akan Disambut Demonstran K2

Asdhar
2 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Rencana kedatangan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo ke Belopa pada Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP, Kamis (16/4/15) mendatang, bakal disambut dengan rencana aksi demonstrasi sejumlah honorer Kategori 2 (K-2).

Rencana aksi ini berdasarkan penyampaian aksi demonstrasi yang masuk di Mapolres Luwu Selasa (14/4/15) siang tadi. Dalam penyampaian itu disebutkan aksi akan digelar oleh Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) dan akan menurunkan massa sebanyak 100 orang yang akan terbagi dalam dua titik, yakni di Kantor Bupati Luwu, dan gedung DPRD Luwu.

Kasat Intel Polres Luwu, AKP Hafiudin yang dikonfrimasi membenarkan adanya penyampaian aksi tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah menerima surat penyampaian aksi dari perwakilan demonstran,” ujarnya.

Pihak kepolisian, menurutnya, sudah menghimbau agar aksi demonstrasi itu bisa dilakukan dengan damai, karena bertepatan dengan peringatan HUT Satpol PP yang rencananya akan dihadir oleh Gubernur Sulsel.

Sebelumnya, puluhan honorer melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Luwu, siang tadi. Dalam aksinya, para demonstran mempertanyakan adanya honorer K-2 berjumlah sekitar puluhan orang yang telah dinyatakan lulus tes, namun belum memperoleh Nomor Induk Kepegawaian (NIP) dan SK pengangkatan sebagai PNS.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKD Luwu Andi Syaifullah mengatakan bahwa penentuan PNS yang lulus atau tidak merupakan kewenangan dari Pemerintah pusat.

“Kami memperlakukan semua honorer sama, semua data dan berkas kami kirim ke Pemerintah Pusat. Namun akhirnya pemerintah pusat mengatakan bahwa honorer ini tidak bisa diakomodir dalam pengangkatan PNS formasi K2, kami mau bagaimana lagi. Kami sudah mengupayakan dengan berbagai cara, namun sampai saat ini belum ada jawaban dari Pemerintah Pusat,” ujar Syaifullah.

Untuk diketahui, 10 honorer yang melakukan protes ini umumnya berasal dari guru taman kanak-kanak (TK), dan sekolah swasta setingkat SMP dan SMA. Mereka mengklain telah dinyatakan lulus tes, namun hingga kini belum diterbitkan NIP dan SK pengangkatan mereka.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser