Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara mencatat keberhasilan signifikan dalam menekan angka kemiskinan selama lima tahun terakhir.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), grafik kemiskinan di Bumi Lamaranginang ini terus melandai dari 13,59 persen pada 2021 menjadi 10,74 persen pada 2025.
Meski tren menunjukkan hasil positif, Andi Rahim menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin berpuas diri. Pada tahun 2026 mendatang, Pemkab Luwu Utara menyiapkan strategi baru yang lebih tajam dengan target membebaskan minimal 500 Kepala Keluarga (KK) dari kategori miskin melalui program pemberdayaan ekonomi terpadu.
“Target kita tahun ini jelas, minimal 500 KK harus keluar dari zona kemiskinan. Ini bukan sekadar angka, tapi tentang mengubah taraf hidup masyarakat secara konkret melalui intervensi yang terarah,” ujar Andi Rahim saat memberikan keterangan di Masamba.
Andi Rahim menjelaskan, kunci utama strategi 2026 ini terletak pada penguatan sektor riil. Pemerintah akan menggenjot pemberdayaan ekonomi melalui penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pengembangan koperasi, hingga pemberian bantuan modal usaha yang tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Penanganan kemiskinan kini tidak lagi menjadi beban satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja, melainkan kerja kolektif yang melibatkan seluruh elemen pemerintah daerah, sejalan dengan visi strategis Presiden Prabowo Subianto.
“Masalah kemiskinan tidak bisa kita selesaikan secara parsial. Semua OPD harus terlibat dan bekerja bersama agar setiap program memberikan dampak nyata yang berkelanjutan,” tambahnya.
Demi memastikan akurasi bantuan, Andi Rahim menginstruksikan jajarannya untuk memperketat validasi data di lapangan.
Ia menginginkan data yang transparan mengenai domisili, profil pekerjaan, hingga kondisi detail setiap keluarga yang menjadi sasaran program.
“Data harus presisi. Dengan mengetahui siapa dan di mana mereka berada secara akurat, intervensi pemerintah akan lebih tepat sasaran dan efisien dalam menekan angka kemiskinan di Luwu Utara,” pungkasnya.





