Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Balla-Balla, Penganan Tradisional Luwu yang Mulai Terlupakan
Kuliner

Balla-Balla, Penganan Tradisional Luwu yang Mulai Terlupakan

Asdhar
Asdhar
22 Januari 2025
Share
3 Min Read
Panganan Balla-Balla khas Luwu yang kini mulai terlupakan (Foto: Melda)
SHARE

Aroma manis dan gurih dari Balla-Balla menguar di Taman Baca Palopo, Rabu (22/1/2025), saat acara Nostalgia Beppa To Riolo berlangsung. Di tengah perayaan Hari Jadi Luwu ke-757 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-79, panganan khas ini kembali diperkenalkan.

Namun, di balik kelezatannya, tersimpan keprihatinan tentang tradisi yang perlahan mulai memudar.

Balla-Balla, kue tradisional berbahan dasar pisang kepok, sagu, dan gula merah, dulunya menjadi hidangan istimewa dalam acara adat dan hari-hari besar masyarakat Luwu. Namun kini, keberadaannya mulai tergeser oleh jajanan modern.

Baca Juga

Pemkab Luwu Timur Siapkan Pesisir Danau Matano Jadi Pusat Kuliner Sorowako
Kontes Durian Selesai, Yusril dari Luwu Utara Raih Juara Pertama
Stand kuliner dari komunitas Altar dalam kegiatan Nostalgia Beppa To Riolo (Foto: Melda)

“Anak-anak muda sekarang jarang tahu cara membuat Balla-Balla, bahkan mungkin banyak yang belum pernah mencicipinya,” ujar Suparni Sampetan dari komunitas Altar, yang turut menyajikan Balla-Balla di kegiatan tersebut.

Proses pembuatan Balla-Balla sejatinya mencerminkan kearifan lokal masyarakat Luwu. Pisang kepok yang matang dihancurkan, lalu dicampur dengan sagu – tanaman khas Luwu yang kaya manfaat – serta gula merah, gula pasir, kelapa parut, jahe, dan garam halus.

Adonan tersebut kemudian dibungkus memanjang sepanjang 50 cm dengan daun sagu, sebelum dipanggang di atas bara api selama 20 menit. Daun yang hangus menjadi pertanda kue telah matang, menghasilkan aroma khas yang memikat.

“Dulu, membuat Balla-Balla adalah bagian dari kegiatan bersama di kampung, tapi sekarang jarang sekali terlihat,” tambah Suparni.

Ketua Palopo Urban Forum, Fikar selaku pelaksana kegiatan menyebutkan bahwa Nostalgia Beppa To Riolo sengaja diadakan untuk menghidupkan kembali warisan kuliner seperti Balla-Balla.

Sajian kue-kue tradisional yang disajikan dalam Nostalgia Beppa Yo Riolo (Foto: Melda)

“Kami ingin mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, bahwa makanan ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga warisan budaya yang kaya nilai sejarah,” ujarnya.

Namun, upaya pelestarian ini tidaklah mudah. Bahan utama seperti sagu kini semakin jarang ditanam di daerah Luwu, sementara tradisi membuat Balla-Balla terancam hilang karena kurangnya penerus.

Suparni berharap perhatian terhadap makanan tradisional seperti Balla-Balla terus ditingkatkan, baik melalui pendidikan budaya di sekolah maupun festival kuliner.

“Kalau tidak kita lestarikan, siapa lagi? Jangan sampai makanan ini hanya tinggal cerita,” katanya penuh harap.

Di tengah gempuran jajanan modern, Balla-Balla hadir sebagai pengingat akan kekayaan budaya yang tak boleh terlupakan.

“Bukan sekadar makanan, tetapi simbol identitas daerah yang bertahan di tengah zaman yang terus berubah,” ujar Suparni.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia
Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning
UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Nostalgia Beppa To Riolo 2025: Malam Seru dengan Kue Tradisional di Taman Baca Palopo
Next Article Tiga Kepala Daerah di Tana Luwu Akan Dilantik Presiden Prabowo pada 6 Februari
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Andi Rahim Targetkan Penyelesaian Bantuan Rumah Terdampak Bencana Tuntas Juni 2026

4 Mei 2026
Pendidikan

Peringatan Hardiknas 2026 di Palopo Soroti Pentingnya Peran Semua Elemen

4 Mei 2026
Metro

Palopo Berangkatkan 22 Jamaah Calon Haji

4 Mei 2026
Ekonomi

Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?