Besok, MK Gelar Sidang Perdana Sengketa Pemilukada Palopo

Asdhar
1 Min Read
Gedung Mahkamah Konstitusi (Int)

Sidang perdana sengketa Pemilukada Palopo akan digelar di Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Selasa (16/4/13) besok. Informasi tersebut diperoleh dari jadwal sidang MK Ri di website http://www.mahkamahkonstitusi.go.id.

Dalam sidang dengan nomor perkara: 30/PHPU.B-XI/2013 itu, akan membahas tentang perselisihan hasil Pemilukada Kota Palopo tahun 2013, dengan pemohon pasangan Haidir Basir-Andi Thamrin Jufri (HATI), pasangan bernomor urut 5 di Pemilukada Palopo.

Perkara perselisihan hasil Pemilukada Palopo itu juga deregister oleh kuasa hukum pasangan nomor urut 5, yakni Karmal Maksudi. Pada sidang perdana itu akan mengagendakan pemeriksaan perkara.

Pelaksanaan sidang sengketa Pemilukada Palopo ini diprediksi bakal menyedot perhatian, pasalnya pihak pemohon memasukkan dugaan kecurangan yang terjadi selama proses Pemilukada Palopo terjadi yang berujung pada kerusuhan Palopo, pasca Pleno KPU tentang rekapitulasi hasil suara Pemilukada Palopo yang memenangkan pasangan nomor urut 1, Juas Amir-Akhmad Syarifuddin.

Pada kerusuhan Palopo tersebut, sejumlah gedung pemerintah dan swasta di Kota Palopo dibakar massa, selain itu kendaraan operasional milik pemerintah juga ikut dibakar dan dirusak. (b)

Asdhar

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.