Badan Pekerja Klasis (BPK) Palopo meluruskan informasi yang berkembang terkait insiden di salah satu rumah ibadah di Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.
Ketua BPK Palopo, Pendeta Marten Betteng, menegaskan peristiwa tersebut bukan aksi teror seperti yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Menurutnya, insiden itu merupakan dampak dari konflik antar kelompok pemuda di wilayah Lebang dan Lappo yang sempat memanas beberapa waktu terakhir.
BPK Sebut Insiden Dipicu Tawuran Pemuda
Pendeta Marten Betteng mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dan menerima berbagai informasi terkait kejadian tersebut.
Dari hasil komunikasi itu, BPK Palopo menilai insiden yang terjadi tidak berkaitan dengan aksi teror terhadap rumah ibadah.
“Kami perlu meluruskan bahwa kejadian yang terjadi di salah satu gereja di Wara Barat bukan merupakan aksi teror. Peristiwa tersebut murni merupakan dampak dari tawuran yang melibatkan kelompok pemuda dari wilayah Lappo dan Lebang,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak tepat dapat memicu keresahan dan mengganggu kerukunan antarumat beragama.
Polisi dan Tokoh Agama Duduk Bersama
Pernyataan tersebut disampaikan saat audiensi antara Polres Palopo dan pengurus BPK Palopo di Mapolres Palopo, Kamis (4/6/2026).
Pertemuan itu menjadi ruang dialog antara aparat keamanan dan tokoh agama untuk menyamakan persepsi terkait situasi kamtibmas di wilayah Wara Barat.
Selain membahas situasi keamanan, audiensi juga membicarakan upaya menjaga kondusivitas pascainsiden yang sempat menjadi perhatian masyarakat.
Pendeta Marten menilai menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat keamanan.
Karena itu, pihak gereja juga mengajak jemaat ikut menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami merasa ikut bertanggung jawab dalam menjaga keamanan serta mengajak seluruh jemaat untuk bekerja sama dengan aparat keamanan demi melindungi wilayah kita bersama,” katanya.
Sementara itu, Wakapolres Palopo Kompol Morens Dannari mengatakan komunikasi antara aparat dan tokoh agama penting untuk mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hingga saat ini, aparat keamanan masih terus melakukan langkah preventif untuk menjaga situasi di wilayah Lebang-Lappo tetap aman dan terkendali.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

