Seri Liputan Ekonomi Luwu Raya Triwulan I 2026
Bagaimana kondisi ekonomi di empat daerah utama Luwu Raya pada Triwulan I 2026? Luwuraya.com merangkumnya dalam satu paket liputan berbasis data BPS.
📊 Peta Ekonomi Luwu Raya: Palopo Melesat, Lutim Minus
🌾 54,32 Persen Ekonomi Luwu Utara Ditopang Pertanian, Tumbuh Lampaui Sulsel
🚚 Tak Hanya Pertanian, Sektor Jasa Mulai Menggerakkan Ekonomi Luwu
🏙️ Mengapa Ekonomi Palopo Tumbuh Paling Cepat di Luwu Raya?
📈 Diversifikasi Ekonomi Luwu Timur Mulai Terlihat, Ini Datanya
Selama bertahun-tahun, Kabupaten Luwu Timur dikenal sebagai salah satu daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia. Kehadiran sektor pertambangan menjadikan daerah ini sebagai salah satu motor ekonomi Sulawesi Selatan.
Namun data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan struktur ekonomi Luwu Timur mulai bergerak ke arah yang lebih beragam.
Di tengah perlambatan sektor pertambangan pada Triwulan I 2026, aktivitas ekonomi di luar tambang justru tumbuh kuat dan mulai membentuk sumber pertumbuhan baru bagi daerah.
Kepala BPS Luwu Timur, Abdullah Pannu, mengungkapkan bahwa ekonomi non-tambang Luwu Timur tumbuh 13,87 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Triwulan I 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi non-tambang tertinggi yang berhasil dicatat Luwu Timur dalam lima tahun terakhir.
“Pertumbuhan ekonomi non-tambang Luwu Timur pada Triwulan I 2026 mencapai 13,87 persen. Ini merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir,” ujar Abdullah.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor-sektor di luar pertambangan berkembang semakin kuat dan mulai memainkan peran yang lebih besar dalam perekonomian daerah.
Tambang Masih Terbesar, Tetapi Bukan Satu-satunya Penopang
Data struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Luwu Timur Triwulan I 2026 menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian daerah.
Kontribusi sektor tersebut mencapai 38,05 persen dari total PDRB Luwu Timur.
Meski demikian, sektor lain juga memiliki peran yang cukup besar.
| Lapangan Usaha | Kontribusi (%) |
|---|---|
| Pertambangan dan Penggalian | 38,05 |
| Pertanian, Kehutanan dan Perikanan | 24,35 |
| Konstruksi | 14,85 |
| Administrasi Pemerintahan | 3,98 |
| Perdagangan | 3,95 |
| Industri Pengolahan | 3,91 |
| Sektor Lainnya | 10,91 |
Data tersebut memperlihatkan bahwa sektor pertanian dan konstruksi kini menyumbang hampir 40 persen terhadap perekonomian daerah apabila digabungkan.
Kondisi itu menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Luwu Timur tidak lagi hanya bertumpu pada satu sektor semata.
Sektor Non-Tambang Tumbuh Pesat
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi non-tambang ditopang oleh meningkatnya aktivitas pembangunan fasilitas perusahaan, kawasan industri, pembangunan perumahan, belanja pemerintah, serta konsumsi masyarakat.
Pembangunan yang berlangsung di berbagai wilayah mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, perdagangan, transportasi, jasa, hingga usaha mikro dan kecil.
Selain itu, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) pada awal tahun turut meningkatkan perputaran uang di masyarakat.
Pertumbuhan sektor-sektor tersebut menjadi faktor utama yang mendorong ekonomi non-tambang tumbuh hingga dua digit.
Di sisi lain, perlambatan produksi tambang membuat kinerja ekonomi secara keseluruhan belum mampu mencerminkan pertumbuhan sektor non-tambang yang cukup tinggi.
Pengamat: Fondasi Ekonomi Makin Beragam
Pengamat ekonomi, Afrianto, menilai pertumbuhan ekonomi non-tambang yang mencapai 13,87 persen menjadi sinyal positif bagi masa depan perekonomian Luwu Timur.
Menurut kandidat Doktor Ilmu Ekonomi tersebut, capaian itu menunjukkan sumber pertumbuhan ekonomi daerah semakin beragam dan tidak hanya bergantung pada satu sektor.
“Pertumbuhan sektor lain yang mampu mencapai dua digit menunjukkan bahwa sumber pertumbuhan ekonomi Luwu Timur semakin beragam. Ini menjadi sinyal positif karena ketergantungan terhadap sektor tambang perlahan mulai berkurang,” kata Afrianto.
Ia menjelaskan, diversifikasi ekonomi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas perekonomian daerah dalam jangka panjang.
Dengan semakin kuatnya sektor pertanian, UMKM, jasa, industri pengolahan, dan sektor produktif lainnya, ekonomi daerah dinilai akan lebih tahan menghadapi fluktuasi harga komoditas maupun perlambatan industri tambang.
Menurut Afrianto, pemerintah daerah perlu menjaga momentum tersebut melalui kebijakan yang mendorong investasi sektor non-tambang, kemudahan perizinan usaha, dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Pemda Dorong Mesin Pertumbuhan Baru
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengatakan pemerintah daerah saat ini terus memperkuat sektor-sektor produktif sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, dan industri pengolahan memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di masa depan.
“Kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Karena itu pemerintah terus mendorong pengembangan pertanian, peternakan, perikanan, industri pengolahan, serta sektor-sektor produktif lainnya agar ekonomi daerah semakin kuat dan berkelanjutan,” kata Irwan.
Ia menilai perkembangan sektor non-tambang yang tumbuh dua digit menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Arah Baru Ekonomi Luwu Timur
Data BPS menunjukkan pertambangan masih menjadi sektor terbesar dalam struktur ekonomi Luwu Timur dengan kontribusi 38,05 persen.
Namun pada saat yang sama, sektor pertanian menyumbang 24,35 persen dan konstruksi mencapai 14,85 persen.
Pertumbuhan ekonomi non-tambang yang mencapai 13,87 persen memberikan gambaran bahwa sumber pertumbuhan ekonomi daerah mulai semakin beragam.
Bagi daerah yang selama ini identik dengan industri tambang, perkembangan tersebut menjadi sinyal awal bahwa proses diversifikasi ekonomi mulai terlihat.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

