Dua Warga Ini Laporkan Kades Sindu Agung Ke Polisi

Asdhar
3 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Sumianto (18) dan Karisma Wati (35) melaporkan Kepala Desa (Kades) Sindu Agung, Kecamatan Mangkutana, Aris Suporjo ke pihak kepolisian, Sabtu (22/8/15) sekitar pukul 16.00 wita. Keduanya mengadu ke Polisi terkait kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kades tersebut.

Informasi yang dihimpun, insiden pemukulan itu terjadi berawal dari adanya dugaan kalau korban Karisma Wati telah menjaling kasih dengan laki – laki (Sumianto) didalam rumahnya sehingga masyarakat mendatangi kediaman Karisma panggilan akrab Karisma Wati itu.

Melihat warga berdatangan didepan rumahnya, Karisma langsung menghubungi orang tuanya dengan dalih agar datang melerai warga. Sementara Kades Sindu Agung, Aris Suprojo datang dan langsung memukuli Sumianto dan menarik keluar dari dalam kamar, warga yang berada didalam rumah pun juga ikut memukuli.

Saat kejadian itu, Karisma juga berniat ingin melerai aksi pemukulan tersebut namun sayangnya dirinya malah mendapatkan tamparan keras dari Kades. Akibatnya, Karisma merasakan sakit pada bagian rahang dan Sumianto mendapatkan luka lebam pada bagi wajah dan punggung.

Tidak menerima perlakuan itu, kedua korban ini mengadu ke Kepolisian Sektor (Polsek) Mangkutana. Karismawati yang didampingi kerabatnya, Ramli, meminta agar pihak kepolisian dapat menangani persoalan ini dengan serius.

“Kami mengadu ke Polisi karena kami paham penegak hukum itu ada, biarkan mereka (Polisi) menyelidik kejadian ini dan berharap agar polisi menangani persoalan ini dengan serius,” ungkap Ramli.

Ramli menceritakan, Karisma merupakan wanita pekerja keras yang berprofesi sebagai pedagang sayur. Setiap saat, kata Ramli, Karisma menjajakan dagangannya di pasar Mangkutana dan bahkan ke pasar Soroako yang jarak tempuh hingga ratusan kilo meter.

Keberadaan Sumianto alias Anto dikediaman itu sebagai buruh Karisma. Bahkan, Karisma juga sudah melaporkan keberadaan Anto tersebut kepada ketua RT.

“Ipar saya dituduh menjalin kasih dengan Sumianto di dalam rumahnya sehingga warga datang untuk menghakimi. Seharusnya, Aris Suprojo sebagai kepala desa setempat mestinya melakukan kroscek terlebih dahulu sebelum mengambil langkah, bukan langsung memukuli,” ungkap Ramli dengan nada kesal.

Sementara itu, Kepala Desa Sindu Agung, Aris Suprojo yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Aris pun mengaku kalau dirinya juga ikut menampar kedua warga tersebut dengan alasan untuk meredam amarah warga.

“Kalau menampar memang betul pak, kalau memukul itu tidak benar, saya melakukan itu untuk meredam amarah warga,” ungkap Aris melalui via telepon.

Sebelum dirinya mengambil sikap tersebut, warga sudah terlebih dahulu memasuki rumah Karisma dan memukuli Sumianto. Bahkan, kata Aris, beberapa warga yang datang berbekalkan senjata tajam (parang) hingga akan melakukan aksi bakar rumah.

“Sudah berapa malam mereka dibuntuti warga dan tidur berduaan, setelah diperkenalkan dia mengaku keluarga, mereka juga sudah kita nikahkan,” ungkapnya.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser