Dwi Heryanto: Monitoring APBD Bukan Sekadar Agenda Formal

Asdhar
2 Min Read
kegiatan monitoring Ranperda APBD 2027 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Tomoni Timur, Senin (19/10/2026). (Sumber: Humas Tomoni Timur)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM — Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Dwi Heryanto, menegaskan bahwa kegiatan monitoring Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari tanggung jawab legislatif untuk memastikan kebutuhan masyarakat mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan.

Penegasan tersebut disampaikan Dwi Heryanto dalam kegiatan monitoring Ranperda APBD 2027 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Tomoni Timur, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini melibatkan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV serta unsur pemerintah kecamatan dan desa dari wilayah Tomoni dan Tomoni Timur.

Menurut Dwi Heryanto, kegiatan monitoring menjadi kesempatan bagi DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat melalui berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepala sekolah dan pemerintah desa. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan perjuangan dalam proses perencanaan anggaran sesuai kewenangan legislatif dan kemampuan keuangan daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi dari kepala sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat akan menjadi bahan untuk kami perjuangkan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” ujar Dwi Heryanto.

Ia berharap aspirasi yang dihimpun tidak berhenti sebagai usulan, tetapi dapat diperjuangkan agar program pembangunan yang direncanakan pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dwi Heryanto juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan agar perencanaan APBD berjalan efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan monitoring tersebut turut dihadiri anggota DPRD Luwu Timur lainnya, yakni Andi Surono, Sukasman, dan Ambrosius Boroallo. Hadir pula unsur pemerintah Kecamatan Tomoni Timur dan Tomoni, para kepala unit kerja, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala desa, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari kedua kecamatan.

Melalui kegiatan ini, berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah Tomoni dan Tomoni Timur diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan Ranperda APBD 2027. Namun, aspirasi yang dihimpun masih perlu melalui proses pembahasan dan penentuan prioritas berdasarkan kebutuhan serta kemampuan keuangan daerah.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser